Novela Nawipa menegaskan pentingnya pembangunan infrastruktur jalan di Papua. Ini perlu dilakukan untuk membuka akses berbagai wilayah di provinsi itu sehingga dapat mengakomodir kepentingan masyarakat.Dia mencontohkan akses jalan terbatas merupakan salah satu akar permasalahan dari lambannya pembangunan di daerah pegunungan. Akibatnya, harga berbagai barang kebutuhan rakyat naik dua kali lipat dari daerah lain."Di Puncak Jaya, harga satu sak semen bisa mencapai Rp 1,5 juta, padahal di Jayapura hanya Rp 80 ribu, di Nabire Rp 120 ribu dan di Paniai Rp 175 ribu," kata dilansir dari Antara, Rabu (13/8).Kondisi jalan yang tidak baik masih dirasakan Novela di sejumlah daerah, termasuk ruas jalan Nabire - Paniae sepanjang 250 kilometer. Jarak itu dapat ditempuh lebih dari sembilan jam saat hujan mengguyur daerah tersebut."Kalau kondisi jalan lagi rusak, harga satu liter bensin pun bisa mencapai Rp 50 ribu," kata pengusaha yang menjalankan bisnisnya lewat CV Iyobai ini.Mempertimbangkan realitas infrastruktur yang ada selama ini dan kondisi alam Papua, Novela memandang moda transportasi yang lebih tepat untuk dikembangkan di Papua adalah kereta api. "Kereta api ini merupakan solusi. Untuk itu perlu dibangun rel kereta api karena keberadaan kereta api yang menjangkau wilayah-wilayah yang ada merupakan masa depan Papua."Dalam pandangan perempuan pengusaha kelahiran Wamena ini, ekonomi dan kesejahteraan merupakan kata kunci bagi penyelesaian masalah Papua. "Kepercayaan rakyat tidak bisa dibeli dengan uang melainkan dengan kerja-kerja nyata yang berorientasi pada kesejahteraan yang berkeadilan bagi mereka," tandasnya.Untuk memperjuangkan itu pada pemilihan legislatif, Novela maju menjadi calon anggota DPRD dari Dapil I Kabupaten Paniai. Mantan aktivis Ikatan Perempuan Pegunungan Tengah itu maju dari Partai Gerindra.
Novela Nawipa ingin ada kereta api di Papua
"Di Puncak Jaya, harga satu sak semen bisa mencapai Rp 1,5 juta, padahal di Jayapura hanya Rp 80 ribu," kata Novela.
Advertisement
Rekomendasi