Politikus Partai Hanura, Erik Satrya Wardhana, mengakui tidak serta merta memilih berangkat haji dalam rombongan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji menggunakan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji Al Amin. Dia mengaku mendapat masukan dari Staf Khusus mantan Menteri Agama Suryadharma Ali, Ermalena Muslim Hasbullah.
"Saya lewat Al Amin. Karena disarankan menggunakan Al Amin, waktu itu (oleh) Bu Ermalena," kata Erik kepada awak media di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Jumat (25/7).
Erik hari ini diperiksa sebagai saksi buat tersangka SDA dalam kasus dugaan korupsi pelaksanaan haji pada 2012-2013 di Kementerian Agama. Dia mengatakan, saat itu timbul niat mendadak ingin berhaji dan lantas mendorongnya mencari jalan pintas supaya segera berangkat ke tanah suci tanpa menunggu antrean, layaknya jamaah haji reguler.
"Karena memang niatnya mendadak, saya mencari tahu apakah masih bisa berangkat. Atas saran Bu Ermalena saya cari tiket sendiri," ujar Erik.
Erik lantas memaparkan alasan pribadi mengapa dia menjatuhkan pilihan berangkat haji menggunakan jasa Al Amin Tours. Sebab menurut dia, dari sekian banyak KBIH, Al Amin dianggap bonafit. Apalagi menurut dia, pemilik Al Amin juga masih kolega di parlemen, yakni Wakil Ketua MPR Melani Leimena Suharli.
"Karena ibadah saya ingin menggunakan yang terbaik. Yang terbaik menurut saya Al Amin dan Maktour, tapa saya prefer (condong) ke Al Amin. Karena pemilik Al Amin kita tahu Wakil Ketua MPR yang kolega juga. Jadi saya merasa nyaman dengan Al Amin," sambung Erik.