Acara Yuk Keep Smile (YKS) yang ditayangkan Trans TV kembali membuat heboh. Kali ini, acara yang ditayangkan Trans TV itu dinilai telah melecehkan seniman Betawi, Benyamin Sueb.Dalam episode YKS yang ditayangkan pada 20 Juni lalu, Caisar dalam salah satu segmen dihipnotis oleh Ferdian Setiadi agar tidak takut dengan anjing. Caisar diberikan sugesti agar membayangkan wajah Benyamin saat melihat anjing.Setelah itu, Caisar tidak takut lagi dengan anjing dan berkali-kali memanggil hewan yang dituntunnya itu dengan sebutan Benyamin. Hal itu sontak ramai menjadi perbincangan di media sosial Twitter.Akibat tayangan ini, para pengguna Twitter ramai-ramai mengkritik acara tersebut karena dinilai telah menghina Benyamin dan warga Betawi. Mereka bahkan meminta agar acara YKS tak lagi ditayangkan. Mereka pun memberi hashtag #stopYKS agar YKS dihentikan penayangannya.Keluarga Benyamin ternyata protes. Mereka datang ke kantor Trans TV untuk menyatakan keberatan atas tayangan tersebut. Akhirnya, Trans TV pun dipanggil oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Hingga akhirnya, YKS kini dihentikan sementara penayangannya oleh KPI.Padahal, YKS selama ini adalah program acara yang termasuk fenomenal. Acara yang awalnya dibuat untuk menemani ibadah sahur umat Islam tahun lalu tersebut tetap disiarkan hingga lebaran, bahkan hingga jelang puasa tahun ini. Rating yang tinggi membuat acara YKS tetap ditayangkan meski puasa sudah usai.Dan kini, seiring dengan rating YKS yang terus jeblok, penayangannya pun dihentikan sementara oleh KPI.Berikut momen-momen sebelum YKS dihentikan sementara oleh KPI seperti yang berhasil dihimpun merdeka.com, Jumat (27/6):
Advertisement
Dalam episode YKS yang ditayangkan pada 20 Juni lalu, Caisar dalam salah satu segmen dihipnotis oleh Ferdian Setiadi agar tidak takut dengan anjing. Caisar diberikan sugesti agar membayangkan wajah Benyamin S saat melihat anjing.Setelah itu, Caisar tidak takut lagi dengan anjing dan berkali-kali memanggil hewan yang dituntunnya itu dengan sebutan Benyamin. Hal itu sontak ramai menjadi perbincangan di sosial media Twitter.Akibat tayangan ini, para pengguna Twitter ramai-ramai mengritik acara tersebut karena dinilai telah menghina Benyamin S. Mereka bahkan meminta agar acara YKS tak lagi ditayangkan. Mereka bahkan memberi hashtag #stopYKS agar YKS dihentikan penayangannya."Miris yaa, Orang yg udah ga ada disamaain sama hewan. Dimana otaknya tu orang. Bubarin aja tuh acara!," demikian kicauan @UltrasRMindo dengan hastag #BenyaminDiLecehkan #stopYKS, Selasa (24/6)."jgn bakar2, damai tp tegas minta #stopYKS "@thejakXmalank: Bsok stokin Xmalank RF pak buat bakar tu YKS @KojekRapBetawi #BenyaminDiLecehkan" demikian kicau sejarawan JJ Rizal dalam akunnya @JJRizal.Akun twitter Bens Radio, stasiun radio milik keluarga Benyamin S pun ikut bereaksi. YKS disebut telah membuat gara-gara karena melecehkan pelawak Betawi itu."Ini dia yg lg bikin gara2,#YKS melecehkan Seniman Betawi skligus Legenda Indonesia Benyamin S..gileeee!.gmn mnrt abnon?? #BenyaminDilecehkan," demikian @BensRadio.Sementara itu, seniman muda Betawi, rapper Kojek menilai lawakan YKS tersebut tak beretika. Menurutnya, menertawakan sosok Benyamin S apalagi menyamakannya dengan seekor anjing adalalah sebuah penghinaan besar."Apalagi penggemar Benyamin S, saya rasa kalian juga akan marah dengan hal ini, melawak silahkan tapi kudu beretika #BenyaminDiLecehkan," demikian kicauan @KojekRapBetawi.
Advertisement
Putra seniman legendaris Benyamin Sueb, Biem Benyamin ikut angkat bicara perihal pelecehan yang dilakukan program tayangan Yuk Keep Smile (YKS) Trans TV kepada almarhum ayahnya. Bahkan, dia menyatakan protes keras atas peristiwa tersebut.Biem menjelaskan, program YKS telah melanggar kode etik dan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS). Sebab, pada tayangan itu telah melecehkan Benyamin. Tidak hanya itu, kata Biem, YKS juga telah menyinggung keluarga besar Benyamin."PrOgram YKS telah menyinggung harkat dan martabat keluarga besar almarhum Benyamin S dan masyarakat Betawi," kata Biem di Gedung Trans TV, Jakarta, Selasa (24/6) lalu.Biem melanjutkan, bersama ratusan pendukung dan pecinta Benyamin S, pihaknya menuntut untuk minta maaf. Tidak hanya itu, pihaknya juga meminta Komisi Penyiaran Indonesia agar acara tersebut disetop."Meminta KPI untuk mengkaji ulang program dan jika perlu menutup program YKS yang telah berulang kali menayangkan program hipnotis yang hanya memberikan kesan lucu tetapi mengabaikan privasi dan etika seseorang dan lembaga," ujar Biem yang mengenakan pakaian adat Betawi.Bahkan, Biem juga akan melakukan upaya hukum atas peristiwa tersebut. "Meneruskan sikap protes keras ini dengan melakukan upaya proses hukum secara pidana dan perdata yang berlaku," tegasnya.
Advertisement
Pihak Trans TV dan tim Yuk Keep Smile (YKS) mengakui adanya kesalahan dalam adegan hipnotis sehingga mengundang protes khususnya di media sosial. Menurut mereka, tayangan tersebut muncul di luar skenario."Sama sekali tidak ada unsur kesengajaan dan dilakukan secara spontan pada saat siaran langsung tayangan YKS, sehingga kami tidak bisa memotong adegan tersebut," ujar Media Relations Trans TV Pristie Aprilla P kepada merdeka.com, Selasa (24/6).Menurutnya, setelah me-review ulang tayangan tersebut, adegan itu memang seharusnya tidak dilakukan ilusionis Ferdian terhadap Caesar sehingga dianggap telah melecehkan sosok almarhum Benyamin Sueb."Pada segmen berikutnya kami juga melakukan klarifikasi langsung sekaligus menyampaikan permohonan maaf terkait peristiwa tersebut, pada kesempatan ini kami ingin kembali menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pemirsa Trans TV," tuturnya.Selain klarifikasi langsung, lanjutnya, Trans TV juga mengungkapkan permohonan maaf melalui akun twitter @TRANS_CORP dan Ferdian sendiri juga telah mengungkapkan permohonan maafnya melalui akun twitter pribadinya. Menanggapi masukan dari masyarakat yang bermaksud menggelar aksi, pihak Trans TV akan melakukan evaluasi secara internal dan mengadakan mediasi dengan perwakilan masyarakat."Kami sangat mengapresiasi apabila ada pihak-pihak yang ingin menyampaikan keberatan atau keluhannya. Kami melihatnya sebagai bentuk perhatian atau kecintaan pemirsa kepada Trans TV agar lebih baik lagi," katanya.Kejadian ini, kata Pristie, menjadi pelajaran berharga dan akan lebih berhati-hati agar para artis dan bintang tamu tidak asal bicara. "Kami sudah melakukan evaluasi dalam internal program YKS termasuk keseluruhan artis yang terlibat agar ke depannya lebih baik lagi," tandasnya.
Advertisement
Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menjatuhkan sanksi administratif penghentian sementara pada program Yuk Keep Smile (YKS) yang ditayangkan di Trans TV. Berdasarkan pengaduan masyarakat, pemantauan langsung KPI dan hasil analisa, KPI menemukan adanya pelanggaran Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 & SPS) KPI tahun 2012 pada program Yuk Keep Smile yang ditayangkan Trans TV pada 20 Juni 2014 pukul 19.22 WIB.Pada program tersebut, YKS menayangkan adegan pengisi acara yang sedang dihipnotis sehingga melecehkan artis Benyamin Sueb. Hal ini merupakan pelanggaran terhadap pasal 24 ayat (1) Standar Program Siaran yang melarang program siaran menampilkan ungkapan kasar dan makian, baik secara verbal maupun nonverbal, yang mempunyai kecenderungan menghina atau merendahkan martabat manusia.Ketua KPI Pusat, Judhariksawan menjelaskan, keputusan ini diambil KPI setelah melewati proses klarifikasi dengan jajaran direksi Trans TV, termasuk Direktur Utamanya Atiek Nur Wahyuni, kemarin (25/6). Trans TV mengakui adanya kelalaian di pihak mereka, dan meminta maaf atas tayangan yang melukai perasaan masyarakat Betawi ini. Demikian dikutip merdeka.com dari situs KPI.go.id, Kamis (26/6).Program YKS ini sebelumnya telah mendapat sanksi administratif berupa teguran pertama pada 3 Januari 2014, teguran kedua pada 5 Februari 2014 dan pengurangan durasi pada 13 Maret 2014. Sanksi penghentian sementara ini diambil sesuai dengan kewenangan KPI sebagaimana yang diberikan Undang-Undang nomor 32 tahun 2002 tentang penyiaran, pasal 55 ayat (2).Judha menegaskan bahwa sepanjang pelaksanaan sanksi administratif, Trans TV tidak boleh mengganti program YKS dengan format program yang serupa baik di waktu siaran YKS maupun di waktu lainnya, sesuai dengan pasal 80 ayat (2) dalam Standar Program Siaran.Belajar dari peristiwa ini, KPI melarang adanya aktivitas hipnoterapi diselenggarakan di luar program kesehatan. Judha mengatakan, hipnoterapi adalah salah satu metode penyembuhan phobia dan gangguan kesehatan psikologis lainnya, bukan untuk bahan guyonan dan lawakan."Karenanya, hari ini KPI juga telah mengeluarkan edaran kepada seluruh lembaga penyiaran untuk tidak menayangkan hipnoterapi, relaksasi dan sejenisnya di luar program kesehatan," ujarnya.KPI juga memerintahkan manajemen Trans TV untuk melakukan pembinaan untuk meningkatkan kualitas isi siaran kepada seluruh jajaran program, produksi, pengisi acara termasuk juga artis-artis yang tampil.