Ini kata Rektor Unpad soal mahasiswinya yang ngaku diperkosa

Di mata Rektor Unpad ini, JS tak terlalu pandai di bidang akademiknya karena hanya memiliki IPK 1,7.

Andrian Salam Wiyono
Oleh Andrian Salam Wiyono - Reporter
Ini kata Rektor Unpad soal mahasiswinya yang ngaku diperkosa
Ilustrasi Penculikan. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock

JS mahasiswi Unpad asal Malaysia diduga membuat laporan palsu atas kasus penculikan dan pemerkosaan. Rektor Unpad Ganjar Kurnia menyerahkan kasus itu kepada Polda Jabar. Di mata Ganjar, JS tak terlalu pandai di bidang akademiknya karena hanya memiliki IPK 1,7.JS merupakan mahasiswi semester II jurusan kedokteran. "Urusan (dugaan rekayasa) biar polisi saja, yang saya tahu (JS) ini IPK-nya hanya 1,7 dan geulis (cantik)," kata Ganjar berseloroh, di Bandung, Selasa (10/6).Unpad menurut dia, masih membuka lebar jika JS masih ingin melanjutkan pendidikannya. Dengan syarat JS memberikan keterangan sebenar-benarnya kepada penyidik soal adanya dugaan laporan rekayasa terhadap kepolisian.Jika pun JS belum mau kembali ke Indonesia, Polda Jabar yang akan mengirimkan penyidik ke Malaysia benar-benar harus mengungkap tabir sebenarnya. Harapannya agar tidak menjadi teka-teki di masyarakat."Polisi datang ke sana (Malaysia) untuk cari jawaban benar, ya bagus. Karena bagi kami penting untuk ke depannya. Kalau saya kira (JS) masih mau diteruskan (kuliahnya) mangga (silakan). Urusan akademis diikuti," tuturnya.Menurut dia jangan sampai gara-gara kasus ini dunia pendidikan di tanah air, khususnya Unpad tercoreng. Sebab yang diketahui masyarakat melalui pemberitaan media massa baru sebatas pengakuan JS."Pengakuan saja susah. Itu enggak bisa jadi landasan hukum. Katanya diculik di kampus, tapi enggak ada saksi mau gimana. Bisa saja gara-gara itu, disebutkan kampus jadi tidak aman," imbuhnya.

Rekomendasi