Mahasiswi Malaysia buat laporan palsu, Polda Jabar lapor Kemenlu

Penyidik tidak menemukan indikasi mahasiswi jurusan kedokteran itu diperkosa, begitu juga hasil visum.

Andrian Salam Wiyono
Oleh Andrian Salam Wiyono - Reporter
Mahasiswi Malaysia buat laporan palsu, Polda Jabar lapor Kemenlu
Ilustrasi korban pemerkosaan. ©shutterstock.com

JS (20) mahasiswi Unpad asal Malaysia diduga membuat laporan palsu atas kasus penculikan dan pemerkosaan. Polda Jabar yang menangani kasus itu akan melaporkan ke Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk kemudian disampaikan ke pihak Malaysia.Penyidik tidak menemukan indikasi mahasiswi jurusan kedokteran itu diperkosa. Hal itu diperkuat dari hasil visum yang dilakukan Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung."Kami sudah laporkan kepada pimpinan kita Kapolri. Kami juga laporkan ke Kementerian Luar Negeri. Jadi nanti kita serahkan kepada Kapolri dan Menteri Luar Negeri untuk menyampaikan kepada pihak Malaysia melalui kedutaan," kata Kapolda Jabar Irjen Pol Mochamad Iriawan di Bandung, Senin(9/6).Hasil penyidikan yang dilakukan, kata dia tidak ada temuan yang mengarah bahwa JS diculik lalu disekap. Keterangan saksi di lokasi saat kejadian menyebut tidak ada penculikan seperti yang diakui JS di kawasan Jatinangor."Fakta dan keterangan saksi yang kami temukan, demikian hasilnya," tambahnya.Sebelumnya Polda Jabar sempat dibuat pusing karena laporan penculikan dan pemerkosaan pada Mei lalu. Apalagi korban merupakan mahasiswi yang notabene warga asing. Polda Jabar bahkan sempat membentuk tim gabungan untuk mengungkap kasus tersebut.Pengakuan korban saat hendak ambil uang di ATM tiba-tiba diculik dan diperkosa di dalam mobil untuk kemudian dibuang di Cikole Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Rekomendasi