Korban di Malaysia, pemerkosaan mahasiswi Unpad sulit diungkap

Keterangan mahasiswi Unpad ini, menjadi kunci lantaran polisi menemukan fakta-fakta yang mesti dicocokkan.

Andrian Salam Wiyono
Oleh Andrian Salam Wiyono - Reporter
Korban di Malaysia, pemerkosaan mahasiswi Unpad sulit diungkap
Ilustrasi korban pemerkosaan. ©shutterstock.com

Teka-teki dugaan kasus pemerkosaan yang menimpa mahasiswi Unpad asal Malaysia masih belum terkuak. Penyelidikan menjadi mangkrak lantaran korban berinisial JE (20) masih berada di negaranya Malaysia. Padahal sudah 23 saksi diperiksa ihwal kasus tersebut."Kuncinya kita adalah memeriksa pelapor (JE) agar segera kembali untuk kembali menjalani pemeriksaan," kata Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jabar AKBP Murjoko Budoyono di Mapolda Jabar, Bandung, Jumat (6/6).Sejauh ini pemeriksaan dilakukan hanya via telepon. Menurut dia, itu tidak bisa terus dilakukan, karena kehadiran JE ini sangat dibutuhkan guna menyelisik lebih dalam. Penyidik hanya sekali memeriksa mahasiswi Fakultas Kedokteran, usai pihaknya mendapat laporan atas kasus dugaan pemerkosaan Sabtu 17 Mei lalu."Pemeriksaan waktu itu masih sangat dangkal, karena dia (JE) ini ingin segera pulang ke Malaysia. Dan kita tidak bisa melarang, itu hak dia, apalagi saat itu mengaku masih shock," ungkapnya.Jika JE kembali ke tanah air pihaknya akan melakukan rekonstruksi, konfrontir, dan klarifikasi. "Ini adalah langkah yang harus ditempuh pelapor harus menjalani pemeriksaan tambahan," tegasnya.Keterangan mahasiswi Unpad ini menjadi kunci lantaran polisi menemukan fakta-fakta yang mesti dicocokkan. "Kita harus melakukan klarifikasi karena ada beberapa fakta yang harus disamakan berdasarkan alat bukti dan pemeriksaan saksi," jelasnya.

Rekomendasi