Usai 2 pekan nginap di Polsek, kakek dituduh dukun santet pulang

"Karena warga yakin dia tidak pernah melakukan santet, seperti kabar yang berhembus selama ini," ujar AKBP Indarto.

Fariz Fardianto
Oleh Fariz Fardianto - Reporter
Usai 2 pekan nginap di Polsek, kakek dituduh dukun santet pulang
kebakaran. ©2012 Merdeka.com

Satir (80), seorang warga Dusun Besole Desa Ngadipuro Kecamatan Wonotirto Kabupaten Blitar Jawa Timur, yang dituduh menjadi dukun santet di kampungnya diinapkan selama dua pekan di Polsek Wonotirto. Hal ini dimaksudkan, untuk menghindari amuk massa yang sebelumnya membakar rumahnya.Kapolres Blitar AKBP Indarto mengatakan, saat ini lelaki tua tersebut sudah pulang ke rumah saudaranya karena rumahnya yang terbuat dari anyaman bambu ludes dibakar massa.

Menurut AKBP Indarto, Satir setelah dua minggu tinggal di Polsek kini sudah boleh pulang karena warga Dusun Besole yakin pria yang kerap memakai pakaian serba hitam itu tidak pernah menyantet orang."Sekarang dia sudah kembali ke rumahnya. Warga desanya juga sudah tidak mempermasalahkan dia lagi. Semuanya clear tidak ada masalah. Karena warga yakin dia tidak pernah melakukan santet seperti kabar yang berhembus selama ini," ujar AKBP Indarto, kepada merdeka.com, Senin (26/5).Lebih lanjut, AKBP Indarto menjelaskan, semua orang kini sudah tahu dan telah memastikan bahwa kematian seorang warga di Desa Besole bukan disebabkan terkena ilmu santet tapi karena gagal ginjal yang sudah parah. "Itu bisa dibuktikan dari visum dokter. Jadi ternyata bukan karena kena santet," urainya.Saat ini, ada empat pelaku perusakan dan pembakaran rumah milik Satir yang telah ditangkap polisi. Semua pelaku, kini sudah meringkuk di dalam sel tahanan Polres Blitar karena terbukti melakukan pembakaran, merusak rumah serta penghasutan warga. Keempat pelaku, bisa terancam hukuman sampai 5 tahun penjara.Para pelaku, kata dia, nekat membakar rumah Satir lantaran kesal dan emosi gara-gara korban yang hendak ditemui di rumah ternyata sedang pergi. "Karena emosi mereka lalu membakar rumahnya. Tapi setelah dimintai keterangan penyidik, mereka bilang menyesal sudah membakar rumah kakek itu," beber AKBP Indarto.

Seperti diketahui, kejadian pembakaran rumah itu dilakukan beberapa orang tak dikenal pada Senin (12/5) sekitar pukul 22.15 WIB kemarin malam.

Rekomendasi