Rumah Sakit Mata (RSM) Cicendo mengakui menerima lima pasien praja putri IPDN yang diduga menjadi korban penyiraman air asam. Namun pihak rumah sakit menganggap itu bukan kasus serius.Saat ini lima madya praja angkatan II itu sudah pulang dan tidak perlu dirawat inap. Mereka adalah Mutia Pratama, Indira Afriani, Nurul Riza Dian Purna Sari, dan Fungki Sandi."Kalau dari rumah sakit ini bukan suatu kasus yang serius lah," kata Dirut RSM Cicendo Hikmat Wangsaatmadja, Selasa (29/4).Dia menyebut kelima korban itu disiram dengan pembersih lantai dan air sabun. "Macam-macam ada yang air sabun, super pel yang kaya gitulah. Tapi bukan air keras air aki ya," ungkapnya.Akibat dari penyiraman itu, kata Dokter Spesialis Infeksi Imunologi Susi Heryati, dua dari lima korban mengalami luka di mata berupa pengelupasan epitel kornea."Dua korban ini yang satu lebih luas (pengelupasan korneanya)," ujarnya.Adapun ketiga orang lainnya, lanjut dia, hanya mengalami iritasi di permukaan mata. "Yang tiga cuma iritasi pada permukaan mata. Matanya memerah tapi tidak ada kelainan," ujarnya.
RSM Cicendo sebut penyiraman air asam ke Praja IPDN tak serius
"Macam-macam, ada yang (disiram) air sabun, super pel yang kaya gitulah. Tapi bukan air keras air aki ya," kata Hikmat.
Advertisement
Rekomendasi