IPDN larang lima praja diwawancara wartawan

Kelima Praja sempat dilarikan ke klinik kampus kemudian ke Rumah Sakit AMC lalu dirujuk ke Rumah Sakit Mata Cicendo.

Andrian Salam Wiyono
Oleh Andrian Salam Wiyono - Reporter
IPDN larang lima praja diwawancara wartawan
Pelantikan Praja IPDN. ©2013 Merdeka.com

Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat melarang awak media untuk meminta keterangan dari lima praja putri yang diduga terciprat air asam saat mengikuti kegiatan di Gunung Manglayang Kabupaten Bandung.Saat IPDN menggelar jumpa persnya yang disampaikan Kabiro Kemahasiswaan IPDN, Benhard Rondonuwu didampingi Kabag Humas dan Protokol, Bisri di kampus IPDN, menegaskan bahwa tidak ada kekerasan berupa penyiraman air keras kelima praja itu."Tidak benar soal penyiraman air keras itu," katanya, Selasa (29/4).Awak media yang penasaran kemudian meminta izin agar praja untuk bisa diwawancara. Maksudnya agar berita yang disampaikan berimbang. "Tidak usahlah. Mereka nanti stres lagi disorot begitu."Benhard kemudian memastikan bahwa kelima praja tingkat II itu sudah membaik. Bahkan hari ini sudah bisa beraktivitas di kampus yang mencetak kader pemerintah ini."Sudah membaik dan sudah kembali ke asrama masing-masing," paparnya.Kelima praja putri ini yakni Mutia Pratama, Indira Afriani, Nurul Riza Dian Purna Sari, dan Fungki Sandi sebelumnya sempat dilarikan ke klinik kampus kemudian ke Rumah Sakit AMC untuk selanjutnya dirujuk ke Rumah Sakit Mata Cicendo.

Rekomendasi