Lima praja putri Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) tingkat II diduga terlibat cek-cok bersama seniornya. Bahkan kabar beredar di kalangan wartawan adanya penyiraman air asam hingga menyebabkan ke lima praja itu mengalami trauma.
Pihak IPDN membenarkan adanya lima praja wanita yang dibawa ke RS Mata Cicendo Bandung usai insiden pada Minggu 27 April. Namun kampus para praja ini membantah itu karena air keras.
Saat dikonfirmasi Dokter Spesialis Infeksi Imunologi Susi Heryati membenarkan pihaknya telah menangani lima praja wanita karena diduga akibat terkena cairan asam.
"Ya benar ada (pasien), mereka terkena cairan asam, kita tidak tahu lebih jelas tetapi ada trauma," katanya di RS Cicendo Bandung, Selasa (29/4).
Namun ia mengaku bahwa kelimanya masih bisa ditangani. "Ya untung asam, bukan basa," ujarnya.
Lima dari dua korban tersebut kata dia, mengalami luka di mata berupa pengelupasan epitel kornea. "Dua korban ini yang satu lebih luas (pengelupasan korneanya)," ujarnya.
Adapun ketiga orang lainnya, lanjut dia, hanya mengalami iritasi di permukaan mata. "Yang tiga cuma iritasi pada permukaan mata. Matanya memerah tapi tidak ada kelainan," ungkapnya.
Sementara soal kepastian kelima praja itu berasal dari IPDN Humas RS Mata Cicendo, Yeti Kusmiyati menjelaskan, bahwa saat penanganan ada yang mendampingi dari seniornya. "Itu berseragam IPDN dan didampingi pengasuhnya," ujarnya.