Ancaman tsunami, BMKG ingatkan pelayaran menuju Raja Ampat

Kementerian Perhubungan telah mengeluarkan pengumuman pelayaran pada Rabu (2/3) sore.

Nurul Julaikah
Oleh Nurul Julaikah - Reporter
Ancaman tsunami, BMKG ingatkan pelayaran menuju Raja Ampat
Raja Ampat. rajaampatindonesia.com

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kementerian Perhubungan telah mengeluarkan pengumuman pelayaran pada Rabu (2/3) sore terkait dampak gempa besar yang terjadi di Chile. Pengumuman itu setelah mendapat informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika  (BMKG)."Maklumat pelayaran tersebut ditujukan kepada para Syahbandar, Kepala Kantor Pelabuhan, Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan, Kepala Pangkalan Penjaga Laut dan Pantai serta Kepala Kantor Stasiun Radio Operasi Pantai di wilayah-wilayah di Indonesia yang kemungkinan terkena potensi ancaman tsunami," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub Bambang S Ervan dalam siaran persnya kepada merdeka.com, Kamis (3/4).Maklumat pelayaran tersebut adalah memerintahkan semua aparat Perhubungan Laut untuk mengutamakan keselamatan pelayaran dan meningkatkan kewaspadaan sehubungan dengan potensi terjadinya tsunami. "BMKG telah menyampaikan peringatan akan potensi terjadinya tsunami akibat Gempa 8,2 skala richter," ujarnya.Potensi terjadinya tsunami di Indonesia utamanya di wilayah Indonesia Timur antara lain Kota Jayapura, Jayapura, Sarmi, Waropen, Biak Numfor, Supiori Manokwari, Yapen Sorong Bagian Utara, Kota Sorong, Halmahera Utara, Halmahera Tengah, Raja Ampat, Halmahera Timur, Pandeglang bagian Selatan, Jember dan lainnya. "Informasi lebih lanjut yang diperoleh menyebutkan bahwa potensi tsunami secara keseluruhan menjangkau sekitar 115 lokasi di kabupaten/kota dari 19 provinsi di Indonesia, dengan kategori status Waspada," katanya.

Rekomendasi