Hari ini Irjen Pol Badrodin Haiti resmi menjabat sebagai Wakapolri menggantikan Komjen Oegroseno yang memasuki masa pensiun. Pelantikan ini langsung dipimpin Kapolri Jenderal Sutarman di Mabes Polri.Dalam karier kepolisiannya, Badrodin cukup gemilang. Mulai dari jabatan Kapolda, Staf ahli Kapolri, Asops Kapolri. Terakhir dia menjabat sebagai Kabaharkam Mabes Polri, jabatan yang juga ditinggalkan Oegroseno .Meski demikian, beberapa pihak menuding Badrodin masih punya catatan buruk yang harus diselesaikan. Pertama, saat menjabat sebagai Kepala Divisi Pembinaan Hukum Kepolisian pada 2010, perwira tinggi ini diterpa isu rekening gendut.Dari penelusuran PPATK, Badrodin kerap kali melakukan transaksi mencurigakan dengan jumlah miliaran rupiah. Padahal sebagai perwira tinggi, gaji Badrodin hanya Rp 22 juta.Setelah lama bergulir, tidak ada kejelasan dan klarifikasi soal rekening milik Badrodin. Hingga akhirnya Kapolri Jenderal Sutarman menegaskan Badrodin bersih dari tuduhan rekening gendut."Rekening yang itu kan sudah diklarifikasi, jadi tidak ada masalah," tegas Sutarman kepada wartawan usai Salat Jumat di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (28/2).Catatan hitam kedua yang dimiliki Badrodin adalah soal dugaan pelanggaran HAM berat di Poso pada 2007. Saat itu Badrodin yang menjabat sebagai Kapolda Sulawesi Tengah, dianggap bertanggungjawab dalam pembantaian terhadap sejumlah terduga teroris di Tanah Runtuh, Poso, Sulawesi Tengah."Pada 22 Januari 2007 terjadi serangan yang menewaskan 17 orang di Tanah Runtuh akibat serangan represif," ujar Komisioner Komnas HAM Siane Indriani beberapa waktu lalu.Kini Badrodin telah didapuk menjadi pendamping Sutarman . Tantangan Badrodin kini hanya membuktikan bahwa dia mampu bekerja tegas, jujur dan mengedepankan HAM.
Jadi Wakapolri, Badrodin pernah kesandung rekening gendut & HAM
Dari penelusuran PPATK, Badrodin kerap kali melakukan transaksi mencurigakan dengan jumlah miliaran rupiah.
Rekomendasi