Pasangan suami istri Faisal Bustamin (28) dan Windawati (27) kecelakaan saat melintas di Jalan Layang Non Tol Kampung Melayu-Tanah Abang. Faisal yang mengemudikan motor memilih berbalik arah ketika melihat ada polisi.Ternyata keputusan Faisal berbuah bencana. Motornya dihantam mobil. Nahas sang istri Windawati terpental hingga jatuh dari ketinggian 11 meter. Windawati tewas dalam kondisi hamil 7 bulan.Sebenarnya rambu larangan motor melintas juga terlihat jelas. Namun, pemotor tetap membandel untuk melintas. Bahkan ada pengendara yang beralasan rambu tidak terlihat dengan jelas.Setelah kejadian ini polisi mengambil sejumlah tindakan dengan menggelar razia di JLNT. berikut langkah yang dilakukan oleh polisi:
Advertisement
Polisi mengantisipasi adanya pemotor yang melintas Jalan Layang Non Tol (JLNT) dari arah Tanah Abang-Kampung Melayu. Polisi menggelar razia usai ada kecelakaan yang menewaskan pengendara motor."Kita selalu antisipasi untuk mencegah kendaraan yang melintas ke atas," ujar Kanit Lantas Polsek Tanah Abang Kompol Sujoko di lokasi, Selasa (28/1).Setibanya di bawah, polisi yang berjaga langsung memberhentikan mereka. Beberapa kendaraan ditilang. Namun, upaya polisi ini masih saja diakali oleh pemotor. Mereka berupaya selap selip ketika polisi sibuk menilang pemotor lainnya.
Advertisement
Selain polisi, pihak Dinas Perhubungan DKI Jakarta akan dilibatkan untuk menjaga pengendara motor bandel. Mereka juga akan ditempatkan di akses masuk ke JLNT."Kita akan jaga bersama Dishub, rambu saja tidak cukup," kata Kombes Rikwanto .
Advertisement
349 Kendaraan roda dua ditilang subdit Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya. Mereka nekat melintas di Jalan Layang Non Tol (JLNT) baik yang mengarah ke Tanah Abang maupun Kampung Melayu.Penindakan tersebut mengacu kepada makin membandelnya pengendara sepeda motor yang nekat melintasi JLNT padahal rambu larangan telah dipasang."Total operasi penertiban di Jalan Layang Casablanca, sebanyak 349 kendaraan ditilang," ujar Kasubdit BinGakkum Polda Metro Jaya AKBP Hindarsono saat dihubungi, Selasa (28/1).Tak hanya roda dua, lanjut Hindarsono, kendaraan roda tiga yakni bajaj juga tak luput dari penindakan anggota di lapangan.Ratusan STNK juga disita petugas. "Untuk jumlah STNK yang disita sebanyak 178 dan SIM sebanyak 171," tambahnya.
Advertisement
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto mengatakan personel akan ditempatkan di pintu masuk JLNT. Ini dilakukan untuk mencegah para pemotor melintas di jalur tersebut."Untuk JLNT memang rambu sudah ada yakni khusus mobil, sepeda motor dilarang. Namun masih ada masyarakat untuk coba-coba jalan tersebut meski bahaya. Dari Polda dan Polres akan menempatkan personel di pintu masuk," ujar Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Selasa (28/1).