Cerita pusaka keramat & ritual nyeleneh SBY saat kampanye

Saat itu Sudi Silalahi mengatakan banyak orang yang datang kepadanya dan ingin menitipkan benda-benda pusaka kepada SBY.

Hery H Winarno
Oleh Hery H Winarno - Reporter
Cerita pusaka keramat & ritual nyeleneh SBY saat kampanye
Buku SBY Selalu Ada Pilihan. ©2014 Merdeka.com

Dalam buku Selalu Ada Pilihan, SBY menulis banyak hal setelah dirinya menjadi orang nomor satu di negeri ini. Dalam buku setebal 807 halaman itu, SBY juga menceritakan kisah-kisah menarik pernah yang dialaminya.Salah satu kisah yang diceritakan SBY dalam buku tersebut ketika masa kampanye di medio April 2004. Saat itu Sudi Silalahi mengatakan banyak orang yang datang kepadanya dan ingin menitipkan benda-benda pusaka bertuah kepada SBY."Pak Sudi Silalahi pernah menyampaikan kepada saya bahwa banyak yang datang kepadanya untuk menyerahkan sesuatu seperti pusaka atau benda-benda keramat yang lain, dengan permintaan agar selanjutnya diserahkan kepada saya," ujar SBY dalam buku Selalu Ada Pilihan di halaman 425 yang dikutip merdeka.com, Minggu (19/1).Namun Sudi menolak secara halus pemberian benda-benda keramat tersebut. Kepada orang-orang yang memberi, Sudi hanya minta Presiden SBY didoakan saja."Pak Sudi juga menjelaskan jika yang bersangkutan tidak tersinggung dan bersedia membawa kembali sesuatu itu. Tetapi jika yang bersangkutan memaksa, maka daripada ada salah pengertian yang serius, Pak Sudi meminta stafnya menyimpan pemberian itu baik-baik," ujar SBY.Di halaman berikutnya, SBY juga berkisah ketika dirinya sowan ke sejumlah pemimpin spiritual saat kampanye. Namun apa yang dilakukan SBY tetap masuk logika. SBY tidak pernah melakukan ritual-ritual tertentu yang dinilainya tidak masuk akal."Terus terang ada silaturahim sayang dengan sejumlah pemimpin agama seperti pimpinan Pondok Pesantren, tetapi juga tetap segaris dengan ajaran agama serta logika yang harus saya junjung tinggi," pungkas SBY.

Rekomendasi