Hutan kota yang diakui dunia Babakan Siliwangi Bandung atau dikenal Baksil pernah terancam akan menjadi kawasan komersial oleh pengelola PT Esa Gemilang Indah (EGI). Di atas lahan 7.000 meter persegi, dari total 3,8 hektare itu, sebuah restoran akan berdiri di tengah paru-paru kota Bandung.Aktivis lingkungan, budayawan dan sejumlah lembaga swadaya masyarakat menolak dan mengecam rencana alih fungsi tersebut. Keberadaan Baksil sebagai Hutan Kota harus cukup sentral untuk jadi oksigen kota sehingga harus tetap dipertahankan.Apalagi setelah September 2011 lalu, Baksil dinobatkan sebagai hutan kota dunia. Kala itu pendeklarasian dilakukan oleh Direktur Eksekutif United Nations Environmental Programme (UNEP) Achim Steiner, Menteri Lingkungan Hidup Gusti M Hatta, Wali Kota Bandung Dada Rosada dan ratusan warga.Hanya saja PT EGI yang memegang hak kelola melalui kesepakatan yang sudah ditandatangani 2007 lalu untuk 20 tahun ke depan tak merasa salah, karena pembangunan restoran akan berdiri di tempat rumah makan sebelumnya yang sempat terbakar. Tapi dengan areal yang lebih luas.Di situlah penolakan terus bergulir, bahkan petisi sempat dibuat aktivis peduli babakan siliwangi untuk tetap mempertahankan hutan kota tersebut.Pemkot Bandung di bawah komando Dada Rosada dan Wakilnya Ayi Vivananda kelimpungan karena kesepakatan dengan PT EGI sudah dibuat. Tapi masyarakat mengecam jika pembangunan direalisasi. Upaya pemutusan sempat dilakukan meski tak mudah.Pada akhirnya Kamis, 31 Oktober 2013 menjadi hari yang bersejarah bagi warga Bandung. PT EGI datang ke Pemkot Bandung di bawah kepemimpinan Wali Kota Bandung baru Ridwan Kamil untuk memutus kerja sama pembangunan restoran di Baksil.Penyerahan perjanjian pemutusan kerja sama dilakukan hitam di atas putih. Hingga akhirnya kedua pihak sepakat, bahwa Baksil milik Pemkot Bandung."Pengembalian ini adalah niat baik dari PT EGI, saya sangat menghargai, apalagi dengan tidak melakukan tuntutan," kata Ridwan Kamil saat itu.Pria yang akrab disapa Emil itu melanjutkan agar PT EGI diberikan kebebasan untuk membuka usaha. Asalkan membangunnya di tempat yang sesuai aturan.Kini Baksil tetap sebagai fungsinya sebagai oksigen bagi Kota Bandung. Selain sebagai hutan kota, daerah yang berada di Utara Bandung ini juga bisa sebagai suplai air tanah di sekitarnya.Baksil juga tak jarang dijadikannya proses interaksi antara manusia dan alam. Pasalnya seniman kerap berkumpul dan mengembangkan seninya dengan bebas bercengkrama dengan ekologi yang kini terjaga. Pastinya bebas komersialisasi.
Babakan Siliwangi, Hutan Kota Bandung nyaris jadi restoran
September 2011 lalu, Babakan Siliwangi dinobatkan hutan kota dunia. Tapi Pemkot Bandung di bawah Dada Rosada cuek saja.
Rekomendasi