Menghina bernada rasial di TV, Ruhut tetap dibela Demokrat

Menurut Nurhayati, yang justru harus dipersalahkan adalah Boni karena memicu Ruhut menjadi emosional.

Randy Ferdi Firdaus
Oleh Randy Ferdi Firdaus - Reporter
Menghina bernada rasial di TV, Ruhut tetap dibela Demokrat
demokrat. merdeka.com/arie basuki

Partai Demokrat tetap membela jubirnya, Ruhut Sitompul dari perseteruannya dengan pengamat politik Boni Hargens. Ruhut menghina Boni dengan bernada rasis."Kenapa orang selalu memancing emosi, marilah saling menjaga karena kalau orang emosi dia tidak punya takut. Kalau Ruhut merasa tersinggung atas apa yang diucapkan, apalagi dikatakan SBY gagal memerintah 9 tahun, bicara jangan asal bicara datanya harus ada," ujar Nurhayati di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (6/12).Menurut dia, yang justru harus dipersalahkan adalah Boni karena memicu Ruhut menjadi emosional."Kalau orang memancing emosi kemudian orang marah yang kemudian disalahkan, bukan pada orang emosi tidak kepada orang yang memancing emosi," pungkasnya.Sebelumnya, Boni akan melaporkan Ruhut atas tindakan rasisnya. Boni menjelaskan, Ruhut dilaporkan lantaran ucapannya ketika live di salah satu televisi nasional, pada tanggal 5 Desember 2013, sekitar jam 17.30 Wib - 18.00 Wib."Saat itu saudara Ruhut Sitompul tampak emosional dan cenderung lose-control. Tiba-tiba pada satu segmen, Ruhut mengatakan 'lumpur Lapindo itu warnanya apa? Hitamkan! Ya sudah, itu Boni Hargens itu kulitnya hitamkan !!! Belum lagi yang lain-lain, banyak kok," jelas Boni.

Rekomendasi