Saat biaya perawatan dokter dan rumah sakit semakin membubung tinggi, dokter Lo Siaw Ging tetap tak berubah. Suami Maria Gan May Kwee ini tetap tak mau menetapkan tarif kepada pasiennya. Lo mengaku tetap ingin mengabdikan profesinya untuk seluruh masyarakat. Sampai kapanpun ia berjanji untuk tetap merawat dan mengobati pasien tanpa sedikit pun berniat mencari keuntungan.Menjadi seorang dokter bagi mantan arsitektur Rumah Sakit Kasih Ibu, Solo tersebut adalah sebuah anugerah. Sang ayahlah yang membentuk sosoknya seperti sekarang ini. Selain ayahnya, Lo juga banyak terinspirasi oleh seorang dokter di Solo yang dikenal dengan nama dokter Oen, almarhum.Kepada merdeka.com, Lo menceritakan dirinya selalu ingat kata-kata sang ayah ketika memutuskan belajar di sekolah kedokteran."Saya selalu ingat pesan beliau. Beliau bilang kalau saya ingin menjadi dokter, ya harus mau menolong sesama. Menolong orang yang tidak mampu, jangan mencari materi, jangan mencari keuntungan. Kalau mau kaya ya berdagang saja, jadi pengusaha saja, jangan jadi dokter," kisahnya.Selain sang ayah, selama menjalani profesinya sebagai dokter, Lo juga banyak terinspirasi sosok dokter Oen. Dari sosok dokter Oen, Lo banyak terinspirasi oleh jiwa sosial yang tinggi serta kesehariannya yang sederhana."Saya pernah bekerja sama dengan beliau selama sekitar 15 tahun. Beliau itu bisa dijadikan sebagai panutan. Jiwa sosialnya sangat tinggi. Hidupnya juga sangat sederhana," katanya.Menurut lulusan Manajemen Administrasi Rumah Sakit (MARS) dari Universitas Indonesia ini, dari sang ayah dan dokter Oen dirinya bisa belajar tentang arti sebuah kebahagiaan. Mereka mengajarkan bahwa kebahagiaan itu justru muncul saat manusia bisa bermanfaat bagi sesama."Selain mereka, tentu istri saya memiliki peran besar. Tanpa dia saya tidak akan bisa melakukan semuanya. Selama saya masih kuat dan dibutuhkan, saya belum akan berhenti mengabdi. Menjadi dokter itu baru pensiun kalau sudah tidak bisa apa-apa. Bagi saya bisa membantu sesama itu adalah kepuasan yang tidak bisa dibayar dengan uang," kata dokter yang sekarang berjalan dengan bantuan tongkat ini.
Soal kedermawanan, dokter Lo terinspirasi ayah dan dr Oen
"Beliau bilang kalau saya ingin menjadi dokter, ya harus mau menolong sesama," kata dokter Lo mengingat pesan ayah.
Rekomendasi