Istana enggan komentar soal pencabutan pohon palem di Monas

Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha tak memberikan tanggapan apapun saat dihubungi melalui telepon selularnya.

Yulistyo Pratomo
Oleh Yulistyo Pratomo - Reporter
Istana enggan komentar soal pencabutan pohon palem di Monas
istana merdeka. blogspot.com

Kementerian Sekretaris Negara meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk kembali mencabut beberapa pohon palem yang ditanam di depan Istana. Langkah tersebut dilakukan agar pohon tersebut tidak menutupi gambar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang terpasang di baliknya.Saat dikonfirmasi mengenai pencabutan itu, tak ada tanggapan secara resmi dari Istana mengenai pencabutan lima buah pohon di depan Istana. Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha tak memberikan tanggapan apapun saat dihubungi melalui telepon selularnya. Sebelumnya, lima buah pohon jenis palem yang semula ditanam di Taman Monas bersebrangan dengan Istana Kepresidenan, Jalan Merdeka Utara, terpaksa dicabut. Padahal lima pohon palem baru ditanam pekan lalu.Namun, Senin (18/11) kemarin pihak Istana meminta untuk mencabut pohon tersebut karena menutupi papan bergambar SBY. Papan tersebut memang biasa digunakan untuk gambar presiden atau para tamu negara sahabat lainnya. Kebetulan papan foto itu tengah memasang foto SBY dan tamunya, PM Belanda Mark Rutte.Pelaksana Tugas Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta Jonathan Pasodung mengatakan pencabutan pohon tersebut dikarenakan pohon palem setinggi tiga meter tersebut menghalangi foto SBY.Jonathan menegaskan penanaman pohon palem merupakan salah satu program pihaknya dalam mempercantik taman kota termasuk Taman Monas. Tapi, pihak Istana melalui staf Sekretaris Negara meminta Jonathan supaya pohon palem tidak ditanam persis di depan papan yang biasanya terpampang foto presiden SBY serta para tamu negara lainnya."Nanamnya sudah seminggu lalu. Tadinya enggak ada gambar Pak Presiden di sana. Dua hari lalu, Istana pasang foto Pak SBY dan tamu negara Belanda di sana. Karena pohon-pohon palem itu dianggap menghalangi, akhirnya minta dipindah," ujar Jonathan.

Rekomendasi