Menaklukkan jalan terjal demi pelayanan terhadap wajib pajak

Hal ini sebenarnya menjadi kesulitan bagi Christian dan anak buahnya dalam melakukan konfirmasi maupun koordinasi.

Iqbal Fadil
Oleh Iqbal Fadil - Reporter
Menaklukkan jalan terjal demi pelayanan terhadap wajib pajak
perjalanan para juru sita pajak ke papua. ©Kapanlagi.com

Memberikan pelayanan terhadap wajib pajak di daerah pedalaman Papua Barat tidaklah perkara yang mudah. Banyak hambatan yang dialami para pegawai pajak khususnya di Kantor Pelayanan, Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Bintuni. Salah satunya jalan terjal menuju perkampungan warga dan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Manokwari.

"Mempunyai sarana jalan yang belum baik dalam arti kata masih memiliki jalan alam," kata Kepala KP2KP Bintuni, Christian Moniharapon.

KP2KP Bintuni mempunyai letak yang sangat jauh dari KPP Pratama Manokwari, dimana jarak antara KP2KP Bintuni ke KPP Pratama Manokwari sekitar 290 km. Hal ini sebenarnya menjadi kesulitan bagi Christian dan anak buahnya dalam melakukan konfirmasi maupun koordinasi dengan rekan-rekan kerja di KPP Pratama Manokwari.

Apalagi, KP2KP Bintuni belum memiliki kendaraan dinas roda 4 untuk mencapai jarak sejauh itu.

"Dan hal itu sudah kami ajukan kepada kantor pusat dengan harapan dalam waktu dekat kendaraan dimaksud dapat kami terima untuk pelaksanaan tugas," ungkapnya.

Sampai saat ini, KP2KP Bintuni baru memiliki kendaraan dinas roda dua sebanyak satu buah yang diberikan sejak pembentukan KP2KP Bintuni pada tahun 2008. Kendaraan inilah sampai sekarang yang senantiasa digunakan para pegawai.

Tak lupa, demi kelancaran transportasi, para pegawai melakukan perawatan yang baik terhadap sepeda motor dinas tersebut.

"Karena (kendaraan roda dua tersebut) merupakan satu-satunya alat transportasi yang digunakan oleh KP2KP Bintuni. Baik dalam melakukan kegiatan kepada instansi terkait dalam melakukan kegiatan ke pemerintah daerah yang jarak tempuhnya dari Bintuni ke pusat pemerintahan Bintuni sekitar 25 km," jelasnya.

Rekomendasi