Meski terletak di pedalaman Papua, Kabupaten Bintuni mempunyai potensi besar dalam meningkatkan penerimaan negara dari sektor pajak. Di antara potensi tersebut yakni di bidang pelabuhan dan bandara udara.
"Adapun potensi pajak yang dapat digali di Kabupaten Bintuni, pertama melalui pelabuhan laut dan berikutnya melalui bandara udara," kata Kepala Kantor Pelayanan, Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Bintuni, Christian Moniharapon.
Christian menjelaskan, tugas dan fungsi pegawai pajak di Bintuni sebenarnya melakukan penggalian potensi sektor perpajakan, sosialisasi dan penyuluhan. Sosialisasi terhadap wajib pajak di sini baik terhadap wajib pajak badan, orang pribadi, bendaharawan, dan calon wajib pajak.
"Bahkan kepada calon wajib pajak seperti anak sekolah atau adik-adik yang saat ini duduk di bangku pendidikan SMA," jelasnya.
Meski hanya bertiga di KP2KP Bintuni, Christian berupaya menggali potensi Bintuni seoptimal mungkin.
"Adapun sumber daya manusia pada kantor KP2KP Bintuni saya ditemani 3 orang pegawai dan yang pada saat ini yang masih aktif 2 orang, yang pertama Daniel Latuherro, dan yang kedua Cornelius Sembiring," ujarnya.
Sesuai arahan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Papua dan Maluku, bahwa KP2KP merupakan perpanjangan tangan daripada Kantor Pelayanan Pajak (KPP). Maka KP2KP telah melaksanakan korespondensi obyek pajak, termasuk diantaranya Kegiatan Membangun Sendiri (KMS) di wilayah Bintuni.
"Adapun jumlah wajib pajak yang telah kami teruskan ke KPP Pratama Manokwari adalah 60 wajib pajak untuk ditindak lanjuti," ungkapnya.