Melibatkan masyarakat dalam menyita aset pengutang pajak

Agar proses sita bisa berjalan lancar, melibatkan masyarakat menjadi salah satu cara yang harus ditempuh.

Iqbal Fadil
Oleh Iqbal Fadil - Reporter
Melibatkan masyarakat dalam menyita aset pengutang pajak
KPP Pratama Manokwari. ©2013 Merdeka.com

Menyita aset pengutang pajak, apalagi yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat sekitar lokasi, menjadi tantangan besar bagi para petugas juru sita Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak. Agar proses sita bisa berjalan lancar, melibatkan masyarakat menjadi salah satu cara yang harus ditempuh.Seperti yang dialami tim gabungan juru sita Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Sorong dan KPP Manokwari serta Kantor Pelayanan, Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Bintuni, Papua Barat. Proses sita dilakukan terhadap aset kayu gelondongan milik PT RKA di pedalaman Bintuni. PT RKA tercatat memiliki utang pajak sebesar Rp 72,6 miliar.Sebelum melaksanakan penyitaan aset berupa kayu log jenis merbau pada tanggal Juli 2011 sebanyak 2.869,70 M3 dan ± 19.467,88 M3 terletak di Kabupaten Teluk Bintuni, tim gabungan meminta bantuan dari masyarakat untuk menunjukkan lokasi. Termasuk menemui salah kepala suku di Mogoy yang di wilayahnya terdapat kayu milik PT RKA."Setelah kami cek dan mencoba menghitung kayu log yang berada di log pound berkisar antara 600 an batang atau kira kira 3.000 M3 dan kami mencoba mencari informasi dari masyarakat setempat (membuat perbandingan dengan informan)," tutur petugas juru sita KPP Sorong Sujarwo Adi yang ikut dalam survei."Tentang kemungkinan posisi kayu di tempat lain kami mendapat petunjuk bahwa di daerah Mesi kurang lebih 85 km dari SP 1 (steenkool) ada kayu kurang lebih 20.000 m3 dan di daerah Barma, Simpang Sagu, Jagori dan Rawara, kurang lebih 50 km dari SP 1 (steenkool), tetapi akses jalan terputus dan diperkuat oleh keterangan masyarakat setempat putusnya akses jalan tersebut dan keberadaan kayu tersebut memang ada," ujarnya lagi."Syukur kepada Tuhan misi yang kami emban selesai dan kami selamat tiba di Bintuni dan kami bertemu dengan Alco Noya juga teman-teman KP2KP yang telah mencemaskan kami sejak malam yang juga telah bersiap-siap untuk menjemput kami (khawatir terjadi hal-hal buruk menimpa kami di hutan juga karena tidak dapat berkomunikasi)," pungkas Adi.

Rekomendasi