Pertumbuhan real estate di Kabupaten Manokwari, Papua Barat berkembang pesat. Karena itu, Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Manokwari berupaya menggali potensi Pajak Penghasilan (PPh) Final, Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di wilayah Indonesia paling timur tersebut."Untuk sektor real estate memang Kabupaten Manokwari tumbuh dengan pesat. Kami akan selalu menjalin kerjasama untuk menggali potensi sektor real estate sesuai dengan instruksi kantor pusat Ditjen Pajak," kata Kepala KPP Pratama Manokwari, Yunipan Nurizananta.Penggalian sektor real estate ini akan bekerjasama dengan para Account Representative (AR) dan para fungsional pajak. Kerjasama ini berupa penyisiran terhadap developer yang belum melakukan sektor perpajakan dengan baik."Terbukti dengan adanya real estate di sini yang banyak berdiri dan kita bekerjasama dengan AR akan selalu melakukan pendampingan dan menyisir," ujarnya.KPP Pratama Manokwari bertugas melaksanakan, menghimpun penerimaan pajak di tiga kabupaten Papua Barat, antara lain: Kabupaten Manokwari, Teluk Wondama, dan Teluk Bintuni. Wilayah kerja dari KPP Pratama Manokwari yakni 37 ribu km persegi, yang terbentang dari Papua Barat dan sekitarnya. Di Teluk Bintuni, terdapat potensi tambang Liquid Natural Gas (LNG) atau gas alam cair.
Pesatnya pertumbuhan real estate di Manokwari
Penggalian sektor real estate ini akan bekerjasama dengan para Account Representative (AR) dan para fungsional pajak.
Advertisement
Rekomendasi