Penebangan hutan di luar pulau Jawa kian marak. Akibatnya, mata air yang seharusnya dihasilkan dari pohon-pohon besar di hutan, lambat laun mulai terkikis habis, sehingga, bahaya kekeringan dan banjir mengancam.Dalam pidatonya di acara Penanaman Perdana Kedelai di Desa Tirtohargo, Kecamatan Kretek, Bantul, DIY Megawati mengaku didatangi oleh seorang penerima Kalpataru, penghargaan di bidang lingkungan tertinggi.Dia datang Sabtu (28/9) ke rumah pribadi Megawati secara khusus. Dalam pertemuan, tokoh yang tidak disebutkan Megawati dalam pidatonya itu menangis melihat maraknya penebangan hutan yang terjadi di Pulau Kalimantan, tempat tokoh tersebut bermukim. “Sekarang hutan banyak ditebang. Ini kemarin sebelum ke sini saya didatangi oleh mereka miliki Kalpataru dari Sumut nangis mereka ke saya. Mereka cintai Danau Toba, banyak truk ngangkat kayu gelondongan. Mereka minta untuk hentikan. Penebangan kayu seperti itu, tapi sampai sekarang tidak ada jawaban dari pemerintah,” ungkap Megawati menceritakan saat-saat bertemu dengan penerima penghargaan.Setelah menerima aduan itu, Megawati merasakan betapa sakit hatinya. Pohon di hutan yang selama berpuluh-puluh tahun dipelihara dalam waktu hitungan menit langsung ditebang habis.“Masukin ke tivi nek ono sing nyenter saya. Sakit saya. Memange pohon dalam waktu 50 tahun dibres gitu? Dishanso dalam waktu 10 menit, jedab-jedab. Gampang sekali,” ungkap Megawati.Bahkan, kata Megawati, Gubernur Kalimantan Barat Cornelis sering dia nasihati dan sering beradu pendapat dengan dirinya agar bisa secara tegas menolak penebangan hutan yang sembarangan. Tidak sedikit yang bermain kucing-kucingan dengan aparat keamanan saat menebang satu persatu pohon di hutan.“Pak Cornelis, saya sering ribut sama dia. Saya pesan ke dia, jangan sampai hutan-hutanmu ditebang. Kemudian setelah saya udah pergi, masih saja grok-grok-grok gergaji panjang itu habis hutan kita. Itulah kita, itulah bangsa Indonesia karena serakah,” katanya.Megawati menambahkan, seseorang bisa bertahan selama 40 hari bila tidak makan makanan. Tetapi jika seseorang itu tidak minum maka akan menemui ajalnya. Karena itu, penting dilakukan pemeliharaan hutan secara betul supaya mata air yang dihasilkan oleh hutan bisa terjaga.“Air adalah air mata air kehidupan manusia. Kita tidak bisa makan 40 hari. Kalau mau dicoba monggo. Tapi jangan tidak minum. Seminggu saja habis. Karena badan kita perlu air. Maka, mata air adalah kehidupan,” pungkasnya.
Cerita Megawati didatangi penerima Kalpataru sambil menangis
"Mereka cintai Danau Toba, banyak truk ngangkat kayu gelondongan. Mereka minta untuk hentikan," kata Megawati.
Halaman Berikutnya
Jaksa Dakwa Mantan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Terima Gratifikasi Rp2,9 Miliar
Advertisement
Rekomendasi