Ini pengakuan tetangga pemilik Honda Jazz ngaku anak jenderal

Berdasarkan penelusuran merdeka.com, Herman Gunawan sudah dua tahun lebih tak lagi tinggal di Sunter Hijau.

Pramirvan Datu Aprillatu
Ini pengakuan tetangga pemilik Honda Jazz ngaku anak jenderal
Ngaku anak jenderal, Honda Jazz serobot jalur TransJakarta. ©2013 Merdeka.com

Seorang pengendara Honda Jazz memaksa petugas TransJakarta untuk membuka portal busway di Galur, Senen, Jakarta Pusat. Sang pengendara menggertak petugas bahwa dirinya adalah anak jenderal.Belakangan diketahui, mobil Honda Jazz B 1011 UKF itu terdaftar atas nama Herman Gunawan. Beralamat di Jalan Sunter Hijau 1 blok W2/17, RT 1 RW 10, Sunter, Jakarta Utara.Berdasarkan penelusuran merdeka.com ke lokasi, Herman Gunawan sudah lebih dari dua tahun tak lagi tinggal di alamat tersebut. Saat ini, rumah itu dihuni oleh seorang perempuan bernama Lia. Perempuan berusia 30 tahun itu mengontrak di rumah itu.Wes (40), Koordinator Iuran Bulanan RT setempat, mengatakan Herman sudah lama pindah dari rumah tersebut. Menurutnya, Herman dan keluarganya tidak berasal dari kalangan Polri melainkan wiraswasta."Setahu saya keluarganya tidak ada yang bekerja sebagai polisi. Tapi, dia mempunyai usaha tapi saya tak tahu jenis usahanya apa," kata Wes ketika ditemui merdeka.com, Rabu (30/7) malam.Istri dari Sekretaris RT setempat itu mengatakan, saat ini Herman tinggal bersama istri dan kedua anaknya di daerah Sunter."Pas dia minta surat pindah yah dikasih sama RT sini. Tapi pindahnya masih di lingkungan Sunter juga," ujar Wes yang tak mau membeberkan alamat lengkap Herman.Menurut Wes, saat masih menetap di perumahan tersebut, Herman memang sudah mempunyai mobil Honda Jazz warna silver. Namun, ketika Wes berkunjung ke rumah Herman yang baru, terletak di daerah Sunter itu, dia sudah mengganti mobilnya yang baru, yakni Mitsubishi Outlander."Saya tahu dia sudah ganti mobil pas saya main ke rumahnya. Dia bilang, Honda Jazznya sudah dijual beberapa waktu setelah dia pindah ke rumah barunya," ujar Wes.Sementara itu, Lia (30) penghuni rumah mengaku tak tahu menahu perihal Herman. Menurut Lia, sebelum dia mengontrak rumah tersebut, diketahui pemilik rumah pertama adalah Herman. Namun, dia menjual rumah tersebut kepada seseorang. Kemudian dia mengontrak rumah tersebut."Hampir dua tahun saya menetap di sini dengan biaya kontrak rumahnya sekitar Rp 25 juta-Rp 35 juta per tahun," ujar Lia.

Rekomendasi