Ibu Kota Jakarta termasuk wilayah yang memiliki ruang taman minim. Jika hari libur seperti sekarang ini, sejumlah taman yang ada, selalu diserbu oleh warga sembari berolahraga dan mengajak keluarga untuk bermain. Termasuk juga di Taman Suropati, taman yang letaknya tepat di depan rumah dinas Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi).Momen keramaian yang ada di Taman Suropati tak disia-siakan oleh Asep (50 tahun) untuk mengais rezeki. Sang penjual balon air ini menggaet dan merayu anak-anak, umumnya anak usia di bawah lima tahun untuk membeli barang dagangannya."Babel babel babel bisa jadi ular, balon air, ayo ayo beli, warnanya warna-warni," kata Asep saat menawarkan dagangannya di Taman Suropati, Jakarta pusat, Kamis (6/6).Asep mengaku, jika hari libur dan weekend, dirinya memperoleh pendapatan cukup besar daripada hari-hari biasa. Dengan bermodal tikar berukuran 1x3 meter dan sepeda ontel, dirinya menggelar dagangannya berupa balon air yang dikemas dalam botol air mineral berukuran 450 ml.Untuk satu botol balon air, piringan plastik dan alat untuk membuat balon, Asep menawarkan dengan harga Rp 10 ribu. Tentunya harga yang tidak mahal jika dibandingkan dengan kesenangan dan keceriaan si buah hati, Asep berdalih."Tapi jika ada ibu-ibu terus betul-betul tidak punya uang dan anaknya nangis, saya juga gak tega. Paling saya kasih harga berapa dia mau bayar, kalau tetap gak punya uang ya saya gratisin," jelas Asep.Pria asal Banjar, Cilacap, Jawa Tengah ini mengaku tidak tegaan terhadap orang yang memiliki anak. Pasalnya, dirinya merasakan jika sewaktu tidak punya uang. Apalagi dia juga memiliki anak.Asep menuturkan, balon-balon cantik yang dia jajakan bukan buatannya sendiri. Dirinya ambil dari orang lain. "Ini enggak bahaya untuk anak, bahannya bukan dari sabun jadi tidak perih kena mata. Kalau dari sabun mah saya bisa buat sendiri," katanya.Di lapak yang digelar Asep, tampak berwarna-warni botol cairan untuk membuat mainan balon-balon. Ada warna merah, pink, kuning, hijau, biru, oranye dan warna-warna cerah lainnya."Yang paling laku warna oranye, karena paling cerah sehingga disukai banyak anak. Saya juga terima pesanan ulang tahun dan partai besar jika ada," terangnya.Asep mengaku, dirinya belum lama jualan mainan balon-balon air, kurang lebih 2 bulan. Awalnya, dirinya bekerja di perusahaan kontraktor. Karena kontraknya habis, dia menganggur dan terpaksa banting setir untuk berwirausaha sendiri."Kalau ramai, dalam sehari saya bisa menjual 50 botol dengan harga per botol Rp 10 ribu, ya alhamdulillah disyukuri aja mas. Yang penting barokah," tandasnya.
Bermodal tikar, Asep raup omzet Rp 500 ribu per hari
Dia menjual mainan di Taman Suropati, Jakarta.
Advertisement
Rekomendasi