Polda Metro Jaya membuat tim penyidik khusus terkait penembakan Fransiskus Refra Kei atau Tito Kei. Tim gabungan tersebut berjumlah 50 penyidik.Kepala Subdit Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Helmi Santika mengatakan, penembakan yang dialami Tito sangat tidak lazim lantaran korban tidak melakukan perlawanan saat ditembak."Tim khusus ini dibentuk untuk mengungkap siapa pelakunya dan apa motifnya. Karena cara pelaku menembakan ke sasaran tidak seperti biasanya seorang pelaku melakukan tindakan pidana, artinya ini sangat rapi," ujar Helmi di Mapolda Metro Jaya, Selasa (4/6).Helmi juga meminta kepada sejumlah pihak agar tidak tersulut emosinya terkait peristiwa tersebut. Termasuk ke John Kei yang kini berada di dalam rumah tahanan Salemba, Jakarta Pusat. "Kami berusaha untuk meredam aksi balas dendam terkait penembakan ini, dan itu yang menjadi kewaspadaan kami saat ini," tutur Helmi.Seperti diketahui, adik kandung John Kei ditembak orang tak dikenal ketika sedang bermain kartu di warung kelontong, di Perumahan Titian Indah, Jalan Titian RT 04/10, Kelurahan Kali Baru, Medansatria, Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat (31/05) sekira pukul 20.00 WIB.Korban tewas dengan luka tembak di mata bagian kanan bawah. Selain, Tito pemilik warung Ratim juga menjadi korbannya, Ratim menderita luka tembak di bagian dada kiri.Jenazah Tito sudah diberangkatkan ke kampung halaman di Tual, Maluku Tenggara pada Senin dini hari. John Kei sendiri tidak mendapatkan izin untuk melayat adik kandungnya sebelum diberangkatkan.
Polisi redam aksi balas dendam penembakan Tito Kei
"Cara pelaku menembakan ke sasaran tidak seperti biasanya, ini sangat rapi," ujar AKBP Helmy Santika.
Advertisement
Rekomendasi