Ketua MPR janji selesaikan masalah penutupan rumah ibadah

"Hidup Republik Indonesia ini tergantung dari kerukunan beragama, kerukunan semuanya, bahwa kita menjaga kemajemukan."

Randy Ferdi Firdaus
Oleh Randy Ferdi Firdaus - Reporter
Ketua MPR janji selesaikan masalah penutupan rumah ibadah
Aksi Rohaniawan. ©2013 Merdeka.com/arie basuki

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Taufiq Kiemas berjanji akan menyelesaikan persoalan penutupan paksa rumah ibadah yang kerap dilakukan pemerintah daerah. Taufiq berencana membahas hal ini dengan seluruh elemen pemerintah.

Politikus senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini mengatakan, masalah penutupan rumah ibadah secara paksa harus diselesaikan dengan cara musyawarah. Dia pun berterima kasih kepada puluhan pendeta yang tergabung dalam Forum Rohaniawan Jabodetabek ini yang datang berdemonstrasi dengan damai dan tertib.

"Bahwa penyelesaian masalah ini harus dengan jalan musyawarah, karena itu jalan yang benar dalam menyelesaikan suatu masalah di Indonesia ini," kata Taufiq usai menemui Forum Rohaniawan Jabodetabek di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (8/4).

Dia pun berencana akan melakukan pertemuan dengan petinggi lembaga negara untuk membahas persoalan ini. Dengan demikian, ke depan diharapkan tidak terjadi lagi intimidasi dalam menjalankan ibadah di berbagai wilayah Indonesia.

"Dan saya sebagai Ketua MPR, mungkin di bulan depan sebisa-bisanya, atau di bulan ini akan mengadakan pertemuan dengan pimpinan lembaga negara, presiden, DPR, MA, KY, saya akan sampaikan apa yang telah dikatakan tadi," tegas dia.

Dia juga berharap agar pilar Bhinneka Tunggal Ika benar-benar dijalankan seluruh umat beragama di Indonesia. Sebab, pilar itu merupakan simbol pemersatu bangsa.

"Kalau kita melihat lambang Garuda Pancasila, Garuda itu berdiri di atas tulisan Bhinneka Tunggal Ika. Itulah kerukunan beragama, kerukunan bersuku, kerukunan hidup di Indonesia ini tergantung pada itu. Kalau itu bergoyang, maka tidak akan ada lagi Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini," imbuhnya.

"Jadi hidup Republik Indonesia ini tergantung dari kerukunan beragama, kerukunan semuanya, bahwa kita menjaga kemajemukan ini sebagai karunia Tuhan YME, tidak mungkin kalau bukan karunia Tuhan YME," tandasnya.

Rekomendasi