Mantan Ketua DPC Cilacap Partai Demokrat Tri Dianto membantah bahwa dirinya pernah tersangkut kasus hukum soal jamu oplosan sehingga meminta perlindungan kepada terpidana kasus korupsi Wisma Atlet Muhamad Nazaruddin. Tri mengaku persoalan hukum yang melibatkan dirinya dengan pihak kepolisian sudah lama selesai. Kini dia merubah haluan menjadi pengusaha kuliner.
"Tidak benar, dan soal jamu sudah selesai dan sudah lama aku tinggalkan," kata Tri kepada merdeka.com, Kamis (28/2).
Loyalis Anas ini mengatakan, kasus jamu yang melibatkan dirinya jauh lebih terhormat ketimbang menjadi pejabat dan melakukan korupsi dengan memeras para pejabat BUMN.
"Memang dulu saya penjual jamu dan saya anggap enggak apa-apa. Lebih terhormat cari duit jual jamu dari pada cari duit hasil korupsi dan memeras pejabat BUMN," sindir dia pada Sutan.
Namun, dia enggan membeberkan lebih jauh keterlibatan Politikus Demokrat Sutan Bhatoegana bersama Nazaruddin terkait pembahasan proyek-proyek.
"Iya nanti kita beberkan semua proyek yang dia (Sutan) kerjakan," imbuhnya.
Sebelumnya Politikus Partai Demokrat Sutan Bhatoegana merasa geram dengan tudingan mantan Ketua DPC Cilacap Partai Demokrat Tri Dianto yang menyebut dirinya sebagai guru Nazaruddin dan sering kali membahas proyek dengan terpidana kasus Wisma Atlet tersebut.
Sutan menyerang balik Tri. Dia menuding Tri mendekati Nazaruddin karena ingin meminta perlindungan terkait masalah hukum yang melibatkan pengusaha jamu tersebut. Sutan juga menyebut Tri menjual jamu oplosan di Cilacap. Sutan juga membantah semua tudingan Tri.
"Saya justru tanya dengan Nazar, dia itu siapa, kok selalu bersama dengan Nazar. Kata Nazar dia itu orang kita yang sedang kabur karena dicari sama polisi Cilacap," kata Sutan kepada merdeka.com, Kamis (28/2).