Hingga tengah malam tadi, tim evakuasi gabungan yang diterjunkan di kawasan bencana Kota Manado telah menemukan 17 korban tewas. Jumlah korban meningkat dari sebelumnya berjumlah 14 orang akibat hanyut karena banjir dan tertimbun tanah longsor."Sampai jam 12 malam masih yah, pagi ini seharusnya kita berangkat. Ada 17 orang meninggal," ungkap Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif di Istana Negara, Jakarta, Selasa (19/2).Jumlah ini menutup kesimpangsiuran data yang ada di lokasi. Sebab, beredar kabar jumlah korban meninggal mencapai 20 orang."Jadi saya yakinkan betul karena ada simpang siur ada berita yang meninggal itu lebih dari 20 orang. Itu warga sekitar, ada anak-anak dan ada satu keluarga semua hilang," bebernya.Sebelumnya, sekitar 1.700 warga Manado, Sulawesi Utara, mengungsi ke bangunan milik pemerintah dan kerabat dekat akibat banjir dan longsor yang terjadi sejak Sabtu (16/2) lalu.Lokasi-lokasi yang terkena banjir yaitu Kelurahan Pal Dua, Komo Luar, Tikala Ares, Sario Utara, Bailang, Mahawu, Karame, Tanjung Batu, dan Bunaken.Sedangkan lokasi longsor terjadi di Kelurahan Pal II, Tingkulu, Karame, Singkil, Kombos dan Winangun Atas. Dampak akibat banjir dan longsor kata Makarawung, sebanyak 14 warga meninggal, delapan rumah rusak, 12 kendaraan rusak.
BNPB: Korban tewas akibat longsor & banjir di Manado 17 orang
Jumlah itu mengalami peningkatan dari sebelumnya berjumlah 14 orang.
Baca Juga
Banjir di China Sebabkan 900 Ular Lepas
Rekomendasi