Tulisan mantan Menteri Penerangan Malaysia Zainudin Maidin yang menyebut Presiden RI ketiga Bacharuddin Jusuf Habibie sebagai pengkhianatan bangsa tak luput dari pengamatan Ketua Umum DPP Partai Hanura Wiranto. Wiranto menilai penghinaan itu terjadi karena bangsa ini belum bersatu."Saya bicara secara keseluruhan. Bangsa ini memang lagi punya masalah. Artinya apa? Artinya bangsa yang satu, dengan persatuan membangun satu kekuatan maka tak akan dihina.
Kalau orang lain berani menghina berarti bangsa ini lemah," kata Wiranto di Kantor DPP Partai Hanura, Jakarta, Sabtu (15/12).Oleh karena itu, dirinya meminta agar bangsa ini tidak mengedepankan luapan emosi. Tetapi justru yang paling penting adalah sikap introspeksi."Kita jangan emosi yang di kedepankan. Introspeksi bagaimana bangsa ini tak dihina bangsa lain," kata Wiranto."Jangan menyalahkan orang lain. Mari kita coba kenapa kita dihina, kenapa kita selalu dilecehkan karena dalam diri kita tak satu. Dari dalam kita belum satu," lanjutnya.Mantan Panglima TNI ini meminta agar semua elemen bangsa bersatu. Jika dalam bangsa ini bersatu, menurutnya, bangsa lain tak akan berani menghina atau merendahkan."Saat ini kita harus membangun kesatuan agar tak dihina. Karena pemerintah kuat tak akan berani yg hina," pungkasnya.Diberitakan sebelumnya, Mantan Menteri Penerangan Malaysia Zainudin Maidin menyebut BJ Habibie sebagai pengkhianatan bangsa Indonesia. Dalam tulisannya, Maidin menyebut bila BJ Habibie tercatat sebagai Presiden Indonesia paling singkat dalam sejarah.
Habibie dihina karena bangsa Indonesia lemah
"Kita jangan emosi yang dikedepankan. Introspeksi bagaimana bangsa ini tak dihina bangsa lain," kata Wiranto.
Rekomendasi