Bom mengguncang Poso pagi tadi. Komisi III DPR menduga peristiwa itu ada kaitannya pembahasan RUU Kamnas yang tak kunjung tuntas."Jangan sampai kejadian ini sengaja dilakukan tujuan untuk kepentingan RUU kamnas yang mau dibicarakan ini," ujar anggota Komisi III DPR Trimedya Panjaitan di Gedung DPR, Jakarta, Senin (21/10).Ketua DPP bidang hukum PDIP ini mengatakan, kisruh di tubuh Polri seperti kasus Simulator SIM jangan sampai dimanfaatkan pihak tertentu. Agar kasus ini tidak terus berulang, Kapolri Jenderal Timur Pradopo harus bertindak."Kalau ini terus dilakukan, kalau anggota Polri yang mau maju ke kepala daerah akan berfikir karena nama Polri yang cukup tidak baik," kata dia.Peristiwa yang terjadi di Poso sepekan terakhir harusnya membuat polisi lebih waspada. Polri diharapkan melakukan deteksi dini pada daerah-daerah yang rawan konflik."Dari sejak awal kita selalu meminta kepada Polri daerah-daerah rawan konflik jadi perhatian, ada deteksi dini yang baik dari Polri," ujar Trimedya."Ada dugaan kita ke arah sana upaya down grade Polri secara sistematis jangan sampai lobi-lobi yang dilakukan dalam RUU Kamnas. RUU ini kan masih sepakat enggak keamanan di Polri, ketahanan di tentara," tegas politikus PDIP ini.
DPR duga ledakan di Poso terkait RUU Kamnas
"Ada dugaan kita ke arah sana upaya down grade Polri secara sistematis yang dilakukan dalam RUU Kamnas," kata Trimedya.
Advertisement
Rekomendasi