DPD RI: Respon SBY lamban buat koruptor tertawa

La Ode menilai, sikap SBY yang lamban seolah membiarkan perseteruan KPK dan Polri terus meruncing.

Muhammad Sholeh
Oleh Muhammad Sholeh - Reporter
DPD RI: Respon SBY lamban buat koruptor tertawa
DPD RI: Respon SBY lamban buat koruptor tertawa

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) baru akan menanggapi ketegangan KPK dan Polri, nanti malam. SBY akan bersikap setelah dua institusi penegak hukum itu mengadakan pertemuan terlebih dulu.Menurut Wakil Ketua DPD RI La Ode Ida, SBY harusnya lebih cepat merespons kondisi ini. Sebab, suasana yang masih memanas antara KPK-Polri malah membuat koruptor tertawa."Konflik ini membuat koruptor berjaya atau tertawa. Ada kecurigaan pelemahan sistematis terhadap KPK," kata La Ode Ida dalam jumpa pers di Gedung DPD RI, Jakarta, Senin (8/10).La Ode menilai, sikap SBY yang lamban seolah membiarkan perseteruan ini terus meruncing. Padahal, KPK sebagai satu-satunya lembaga antikorupsi yang masih bisa dipercaya tidak sepantasnya dilemahkan."Presiden SBY agak lamban, lambat dan terkesan membiarkan perseteruan itu. Padahal kepolisian adalah bawahan presiden. Tidak seharusnya membiarkan. Presiden harus didorong untuk mewujudkan janjinya," jelas La Ode.Terkait penangkapan Kompol Novel, penyidik Polri yang kini bertugas di KPK, La Ode yakin itu direkayasa. Harusnya, Kapolri Jenderal Timur Pradopo sebagai pihak tertinggi di lembaga itu, tahu bagaimana rekam jejak anak buahnya."Tidaklah aneh kepolisian merekayasa kasus, itu fakta. Mari tanpa mengabaikan tugas kepolisian, apakah Novel betul bersalah," tandasnya.

Rekomendasi