Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Mabes TNI menandatangani MoU, rutan Guntur Pomdam Jaya akan dipakai untuk tahanan KPK. Namun hingga kini TNI AD mengaku belum merenovasi Rutan Guntur."Belum ada yang direnovasi. Untuk kesiapan kita siap, tapi untuk standar sipil kita belum siap. Tapi kalau untuk tahanan militer sih kita siap," kata Kadispen TNI AD Brigjen Sisriadi dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (2/10).Karena itu pula mereka belum mengatur teknis pemisahan antara tahanan militer dan tahanan sipil. Menurut Sisriadi, nanti Komandan Polisi Militer Kodam Jaya yang akan mengatur karena Rutan Guntur berada dalam wilayahnya.TNI AD pun menjamin kalau tidak akan membiarkan penjaganya disuap koruptor. Tidak akan ada cerita tahanan bisa keluar masuk seenaknya dengan menyuap petugas."Itu kan instalasi militer, jadi pasti ada yang menjaga. Posisi di sana kan ketat banyak pagar, di depan itu ada tentara yang berjaga," tutup jenderal bintang satu ini.
TNI AD: Rutan Guntur belum siap tampung tahanan sipil
Jika sudah siap, TNI AD pun menjamin tidak akan membiarkan penjaganya disuap koruptor.
Rekomendasi