Sulitnya mencari uang di Ibu Kota Jakarta membuat orang melakukan hal apa saja untuk mencari uang halal. Giman (52) salah satunya, demi menghindari bayar sewa, dia berjualan dengan tangga di balik tembok Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat.Sudah lebih 10 tahun lebih dirinya berdagang di tempat itu lantaran tempat awal dia berjualan yaitu Taman Ria Senayan tutup pada 1992 silam. Pilihan di lokasi sekarang selain lumayan strategis, tempat itu bebas biaya sewa."10 tahun sudah saya berjualan di sini dan bebas sewa. Dulu sebelumnya berjualan di Taman Ria Senayan, cuma karena sudah tutup akhirnya mencari tempat baru dan akhirnya menemukan lokasi ini," ujar Giman saat berbincang dengan merdeka.com, Kamis (13/9).Menurut Giman, berdagang di belakang JCC bukanlah hal yang mudah. Tidak jarang para petugas Satpol PP merazia dan membawa dagangannya. Alasan para petugas yaitu karena tanah yang digunakan sebagai lapak adalah milik negara."Tetapi ada juga petugas yang iseng minta rokok. Mereka tahu kondisi juga, kalau sepi mereka enggan minta tetapi kalau lagi rame pembeli baru minta jatah rokok," kata bapak beranak dua itu.Untuk pembelinya sendiri, pada hari-hari biasa adalah karyawan yang bekerja di JCC. Tetapi, apabila ada acara di JCC, pembeli dari berbagai kalangan menyerbu tempatnya.Pihak JCC pun sering menegur dirinya dan para pedagang lainnya karena tidak boleh berdagang di lokasi itu. Teguran itu hanya terjadi apabila sang pimpinan JCC sedang berkeliling memutari wilayah JCC."Pernah ditegur. Kalau ada kontrol dari pimpinan JCC makanan dan minuman yang dijajakan disuruh keluarin. Nasib orang numpang jadi seperti ini," tuturnya.Jelang Pilgub DKI putaran kedua, dirinya juga memiliki harapan kepada gubernur mendatang agar lebih peduli kepada rakyat kecil. "Harapan saya mudah-mudahan pemerintah harus tahu sama rakyat kecil dan jangan disia-siakan. Cari makan saja kita dikejar-kejar aparat," tutupnya.
Hindari sewa, pedagang di JCC jualan pakai tangga
Berdagang di belakang JCC bukanlah hal yang mudah. Tidak jarang para petugas Satpol PP merazia dan membawa dagangannya.
Advertisement
Rekomendasi