Sejumlah aktivis dari Papua mendatangi Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Jakarta. Mereka meminta dipertemukan dengan Menlu AS Hillary Clinton. Para aktivis ini meminta agar pemerintah AS menutup PT Freeport."Kami datang ke sini minta AS untuk mengadili PT Freeport Indonesia di Papua yang sebenarnya antikemanusiaan," kata Ketua Koordinasi Nasional Papua Solidarity (NAPAS) Martaen Goo, Selasa (4/8).Martaen menilai, akar konflik Papua adalah kehadiran PT Freeport. Aparat keamanan diduga memanfaatkan Freeport untuk menarik uang keamanan. Sementara warga Papua tidak mendapat kesejahteraan apa-apa."Freeport juga membuat tanah Papua kotor. Alam rusak," katanya.Kedubes AS tidak mengizinkan 20 aktivis ini masuk ke dalam. Mereka pun hanya bisa berorasi di depan Kedubes AS dengan pengawalan Papua.
Aktivis Papua minta Hillary Clinton tutup Freeport
Mereka menilai kehadiran PT Freeport adalah akar konflik Papua.
Advertisement
Rekomendasi