Hingga siang ini, bangkai paus jenis sperm whale belum juga bisa ditenggelamkan di perairan Pulau Kotok, Kepulauan Seribu, Jakarta. Padahal, paus dengan berat sekitar tiga ton ini, sudah mati sejak Minggu (29/7) malam.Kepala Suku Dinas Kelautan dan Pertanian Kepulauan Seribu Liliek Litasari mengatakan, paus belum ditenggelamkan karena kurang pemberat. Kemarin, paus juga gagal ditenggelamkan karena pemberat cuma dua ton."Hari ini baru ada tiga ton. Idealnya harus lebih berat, kalau beratnya tiga ton, ya harusnya empat ton," ujar Liliek saat dihubungi merdeka.com, Rabu (1/8).Pemberat yang ditempelkan di bangkai paus, papar Liliek, terbuat dari karungan pasir, batu dan beton. "Kita lagi terus datangin pemberat," kata Liliek kapan bangkai paus ini bisa ditenggelamkan.Saat ini, kata dia, bangkai paus masih mengambang di perairan, sekitar 200 meter dari Pulau Kotok. "Masih di kedalaman 30 sampai 40 meter," ujar dia.Sejak mati di Pantai Somplak, Pakis Jaya, Karawang, Jawa Barat, bangkai paus raksasa itu kemudian digerek menuju Pantai Kotok untuk ditenggelamkan. Paus gagal diselamatkan oleh tim penyelamat satwa.
Bangkai paus belum juga bisa ditenggelamkan di Pulau Kotok
Bangkai paus masih mengambang di perairan, sekitar 200 meter dari Pulau Kotok. "Masih di kedalaman 30 sampai 40 meter."
Advertisement
Rekomendasi