Ongkos haji akan naik USD 80

Kenaikan itu untuk biaya penerbangan.

Andrian Salam Wiyono
Oleh Andrian Salam Wiyono - Reporter
Ongkos haji akan naik USD 80
ilustrasi Haji di mekah. Ilustrasi shutterstock.com

Wakil Ketua Komisi VIII DPR Jazuli Juwaeni mengatakan, ongkos ibadah haji tahun ini diperkirakan akan naik sebesar USD 80. Jadi yang semula dari USD 3.537 menjadi USD 3.617. 

Jika satu dolar Amerika saat ini senilai Rp 9.400, maka kenaikan ongkos haji tahun ini berjumlah Rp 752.000.

"Tahun ini kan ongkos haji naik USD 80, tapi kenaikan ini relatif ringan sebab ada subsidi yang dialokasikan sebesar Rp 1,5 triliun," kata Jazuli kepada wartawan di Gedung Sate, Jalan Diponegoro Bandung, Senin (16/7).Politisi Partai Keadilan Sejahtera itu menjelaskan, kenaikan USD 80 hanya untuk biaya penerbangan. Itu pun sudah melalui tarik ulur antara pihak pemerintah dengan maskapai. Sebab untuk biaya pemondokan dan konsumsi, ada alokasi dari subsidi Rp 1,5 triliun yang bernama dana optimalisasi."Jadi untuk penerbangan saja, sebelumnya pihak maskapai meminta kenaikan sebesar USD 270, tapi kita minta beban yang dikurangi bisa kita tanggung sehingga tidak terlalu mahal," ujarnya.Karenanya dia menegaskan, Garuda yang merupakan maskapai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan calon haji itu sendiri juga merupakan bagian dari negara Indonesia, untuk adanya toleransi."Garuda ini BUMN, kemudian yang berangkat haji orang Indonesia, wajarlah. Jadi untuk penumpang jangan tinggi-tinggi maksud saya begitu. Akhirnya disepakati kenaikan di USD 80," katanya.Alasan kenaikan ongkos penerbangan sendiri menurutnya karena harga minyak dunia yang tak kunjung stabil. Sehingga pesawat yang berbahan bakar dari sumber fosil itu harus menyesuaikan."Kemarin harga minyak dunia melambungnya luar biasa, karenanya kenaikan hanya dibebankan kepada ongkos saja," tandasnya.

Rekomendasi