Bandara urat nadi ekonomi

Bandara Internasional Soetta yang semakin sibuk dan ramai menjadi indikator pesatnya perekonomian Jakarta.

Bimo Pratomo
Oleh Bimo Pratomo - Reporter
Bandara urat nadi ekonomi
Bandara Soekarno Hatta. merdeka.com/jetphotos.net

Tingkat kepadatan sebuah bandara menunjukkan aktivitas perekonomian suatu daerah. Jika pemerintah ingin pemerataan perekonomian, maka kuncinya adalah pengembangan bandara di wilayah yang ada di luar Jakarta.

Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Danang Parikesit melihat, Bandara Internasional Soetta yang semakin sibuk dan ramai menjadi indikator pesatnya pergerakan perekonomian ibukota DKI Jakarta dan sekitarnya.

"28 hingga 30 persen Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Indonesia disumbang dari wilayah Jakarta," ujar Danang saat dihubungi merdeka.com, Rabu (23/5).

Jika pemerintah ingin melakukan pemerataan perekonomian, maka berbagai rencana pengembangan bandara di berbagai daerah harus mulai direalisasikan. Utamanya di Wilayah timur Indonesia seperti Makassar berpotensi menjadi pembangunan bandara baru.

"Wilayah Makassar masih terdapat lahan yang luas," imbuhnya. Hal ini penting mengingat bandara merupakan urat nadi perekonomian nasional. Kebutuhan bandara menjadi prioritas, mengingat kondisi geografis Indonesia yang merupakan negara kepulauan.

Untuk pengembangan infrastruktur, termasuk bandara, dukungan pendanaan jelas dibutuhkan. Pengembangan dan pembangunan bandara membutuhkan investasi yang sangat besar. Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan pemerintah telah mengalokasikan dana infrastruktur tahun ini sebesar Rp 150-160 triliun.

Pemerintah, kata Menkeu, telah menyertakan pengembangan bandara dalam salah satu fokus di program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).

"Banyak bandara yang direnovasi dan dilakukan pembangunan. Dan itu pembiayaannya dilakukan Kementerian Perhubungan dan PT Angkasa Pura yang mana merupakan BUMN yang bergerak di penerbangan. Mereka juga melakukan inisiatif untuk melakukan pengembangan," jelas Agus Marto, Selasa (22/5).

Rekomendasi