Aksi kepolisian Bandung menjaga aksi demonstran patut diapresiasi. Kota ini cenderung lebih kondusif saat terjadi aksi-aksi demonstrasi. Polisi kerap mengedepankan cara-cara damai.Aksi unjuk rasa di depan Gedung Sate sempat memanas. Demonstran meneriaki polisi dengan caci maki. "Polisi pengkhianat bangsa. Polisi kapitalis," teriak demonstran, Jumat (30/3).Namun Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Abdul Rahman Baso langsung turun tangan, agar bentrok tak terjadi.Dia memerintahkan 200 personel polisi tetap tenang. Polisi yang dipisahkan pagar besi dengan demonstran ini diperintahkan duduk. Abdul Rahman pun memerintahkan anak buahnya berzikir."Kami bekerja dengan hati yang tenang dan lembut, salah satunya dengan berzikir dan bukan bekerja mengamankan demo dengan otot," ujar perwira menengah ini.Lantunan zikir polisi pun mengalun. Demonstran yang kebanyakan berasal dari Himpunan Mahasiswa dan ormas Islam ini tertegun dengan sikap polisi. Mereka pun terdiam mendengarkan polisi berzikir. Beberapa ikut mengalunkan salawat.Usai zikir, demonstran tidak lagi memaki aparat. Saat membubarkan diri, demonstran menyanyikan lagu terima kasih untuk polisi."Terimakasih.. bapak polisi..," teriak demonstran.Saat bubar pun para demonstran bersalam-salaman dengan polisi. Tak heran aksi pengamanan ini dipuji oleh para petinggi Polri.
Di Bandung, lantunan zikir polisi tenangkan demonstran
Aksi kepolisian Bandung menjaga aksi demonstran patut diapresiasi. Kota ini cenderung lebih kondusif
Advertisement
Rekomendasi