Pandangan fraksi-fraksi tentang rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dalam sidang paripurna ternyata di luar perkiraan. Partai koalisi pemerintah seperti Golkar, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) membelot dari kesepakatan untuk mengawal kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi yang diusulkan pemerintah.
Selepas mendengarkan pandangan fraksi-fraksi, pimpinan sidang yang juga Ketua DPR Marzukie Alie memutuskan untuk membuka forum lobi antar pimpinan di lantai 2 Gedung Nusantara 2. "Ada dua alternatif pasal yang akan dibahas. Pertama, pasal 7 ayat 6 tetap ada (BBM tidak naik). Kedua, BBM naik. Kalau disetujui (naik) akan dibahas dan diputuskan berapa persentase (meleset dari asumsi)?" jelas Marzuki di gedung DPR, Jumat (30/3).
Menanggapi banyaknya protes dari anggota dewan yang menyayangkan tindakan Marzuki menskors sidang paripurna setelah pandangan fraksi, dia menjawab diplomatis. Menurutnya, forum lobi merupakan langkah terbaik. Alasannya, tidak mungkin semua anggota memberikan pandangannya.
Namun dia membantah jika forum lobi digelar untuk mempengaruhi sikap politik dan pandangan fraksi lainnya. "Harus dikumpulkan dulu, kita dengar, kita formulasikan. Ini bukan lobi dalam konteks negatif lho ini. Ini formulasi dari pandangan-pandangan supaya mengerucut. Kalau kaya begini (semua ngomong) bagaimana bisa jadi. Inilah (lobi) forum yang terbaik. musyawarah mufakat yang dimaksud dalam Pancasila," tegasnya.
Seperti diketahui, dalam pandangan fraksi di sidang paripurna, dari sembilan fraksi yang ada di DPR, tujuh fraksi yaitu PDIP, PKS, Golkar, PKB, PPP, Gerindra dan Hanura, menolak kenaikan harga BBM. Sedangkan dua sisanya yaitu Partai Demokrat dan PAN mendukung langkah pemerintah.