Pihak Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) mengaku ada 10 orang anggotanya yang babak belur dipukul polisi saat demo menolak kenaikan BBM. Polisi pun membantah tudingan itu."Kami hanya sama-sama amankan. Kita sudah liat sendiri. Mereka melakukan aksi dengan cara tidak sopan," kata Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Abdul Rakhman Baso, di di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Bandung, Jawa Barat, Senin (26/3).Unjuk rasa sendiri dilakukan dari berbagai elemen mahasiswa. Di antaranya dari HMI, GMNI, KAMMI, dan elemen masyarakat lainnya. Aksi yang dimulai sekitar pukul 13.00 WIB, Awalnya, berlangsung tertib namun, Sekitar pukul 14.00 WIB, aksi mulai memanas.Mereka yang memaksa masuk di antaranya ada yang melemparkan botol dan gelas air mineral kepada polisi yang menjaga gerbang Gedung Sate. Akibatnya terjadi kericuhan di dekat gerbang kanan Gedung Sate. Massa mulai tidak terkendali. Baku hantam antara mahasiswa dan polisi meluas."Kami tidak kehendaki penyampaian aspirasi yang berujung konflik," ujar Abdul Rakhman.Sementara itu, dia memahami penyampaian pendapat jelang kenaikan BBM, namun tentu dengan prinsip sopan. "Kita ikuti aturan. Dari aparat kita pun tidak akan melayani," ungkapnya.
Polisi bantah aniaya aktivis HMI di Gedung Sate
Pihak HMI mengaku ada 10 orang anggotanya yang babak belur dipukul polisi saat demo menolak kenaikan BBM.
Advertisement
Rekomendasi