Mahasiswa IPB Sahri Maida habiskan 10 kantong darah

Mahasiswa IPB Sahri Maida sudah dioperasi. Keluarga menyesalkan tindakan pihak RS yang lambat.

Arbi Sumandoyo
Oleh Arbi Sumandoyo - Reporter
Mahasiswa IPB Sahri Maida habiskan 10 kantong darah
merdeka.com/arbi sumandoyo

10 Kantong darah sudah ditransfusi ke tubuh Sahri Maida, mahasiswa IPB korban kecelakaan. Sahri sempat koma akibat tabrakan Toyota Avanza dengan truk bermuatan galon di Jalan raya bogor KM 51 pada minggu dini hari (25/3)."Total transfusi darah sudah 10 kantong. Hari ini sudah tiga kantong yang saya harus beli dari rumah sakit," terang ayah Sahri, Sapnir Rasyid Sinaga, kepada merdeka.com di RS FMC Bogor, Senin (26/3).Sapnir juga menyesalkan tindakan rumah sakit Family Medical Center agak lambat mengoperasi anaknya. Seharusnya operasi sudah dilakukan dari siang, tetapi pihak rumah sakit baru menanganinya 17.00 WIB, setelah adanya jaminan dari pihak kampus IPB."Masuk dari jam 05.00 WIB, sampai jam 17.00 WIB baru ditangani. Sempat terlantar, alasannya karena tidak ada jaminan," keluh Sapnir. Sapnir berharap agar anaknya cepat sembuh dan bisa menjalankan aktifitasnya seperti sedia kala."Harapan saya, Sahri cepat sembut," tuturnya.Seperti diberitakan, Toyota Avanza yang ditumpangi delapan mahasiswa IPB mengalami kecelakaan di Km 51, Jl Raya Bogor dari arah Cibinong. Mobil itu menabrak truk Nissan Tronton nomor polisi B-9029-PQA. Sang pengemudi, Syahrul, meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut. Sementara lima lainnya, termasuk Sahri, luka berat. Sedangkan dua lagi luka ringan.

Rekomendasi