Korban tewas dalam rombongan mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) Syahrul Isnaini ternyata dikenal sebagai aktifis. Syahrul juga bekerja serabutan untuk membantu keluarga.Menurut Kepala Departemen Silvikultur Fakultas Kehutanan IPB Nurheni Wijayanto, Syahrul sudah lama bekerja serabutan termasuk menjadi sopir bagi acara temannya di kampus."Dulu orang tuanya sakit, makanya dia bekerja untuk membantu. Ibunya dulu komplikasi dan bapaknya jantung," ujar Nurheni kepada merdeka.com, Senin (26/3).Meski dalam kesulitan, Syahrul tidak pernah menceritakan hal tersebut ke pihak fakultas. Pihak fakultas justru mengetahui dari kawan-kawan karib Syahrul."Saya juga tahunya dari temannya. Dia itu bekerja asal tidak mengganggu kegiatan kuliahnya," terangnya.Syahrul juga dikenal sebagai aktivis di kampus IPB. Syahrul aktif di organisasi profesi di departemennya hingga saat ini."Dia orang yang baik, makanya teman-teman senang sama dia dan membantu dia kalau ada apa. Fakultas juga sudah mengurusi semuanya termasuk memberi santunan," imbuh Nurheni.Kecelakaan rombongan mahasiswa IPB terjadi di Jl Raya Bogor, Minggu (25/3) dini hari. Akibat kejadian tersebut seorang tewas dan beberapa mengalami luka berat. Empat mahasiswa diketahui mengalami luka di bagian wajah.Menurut Kasatlantas Polres Bogor, Ajun Komisaris Zaenal Abidin, empat korban yang mengalami di luka wajah yakni Lorenta, Nefa Fadila, Widi dan Sahri Maida.1. Pengemudi Avanza, Syahrul Isnaini, mengalami luka di kepala dan muka meninggal dunia di TKP, dibawa ke RS Family Medical Center.2. Penumpang Avanza, Sahri Maida, alamat KP Babakan Lebak Rt 03/05 Ds/Kec Dramaga Kab Bogor Luka bag kening di RS Family Medical Center.3. Penumpang Avanza, Widi, alamat Kp Babakan Lebak Rt 01/05 Ds/Kec Dramaga Kab Bogor luka dibagian muka di RS Family Medical Center. 4. Penumpang Avanza, Lorenta, alamat Kp Babakan Lebak Rt 01/05 Ds/Kec Dramaga Kab Bogor luka dibagian muka di RS Family Medical Center. 5. Penumpang Avanza, Nefa Fadila, alamat sda Lorenta. Luka di muka, dirawat RS Family Medical Center.
Syahrul kerja jadi sopir untuk bantu keluarga
Syahrul juga dikenal sebagai aktivis di IPB. Syahrul aktif di organisasi profesi di departemennya hingga saat ini.
Advertisement
Rekomendasi