Obama calonkan orang keturunan Korea jadi bos bank dunia

Pencalonan akademisi keturunan Korea itu mengejutkan banyak pihak. Ia dicalonkan di menit-menit akhir.

Aryo Putranto Saptohutomo
Obama calonkan orang keturunan Korea jadi bos bank dunia
Jim Yong Kim. the globe and sun

Presiden Amerika Serikat Barrack Hussein Obama akhirnya memutuskan untuk mencalonkan Jim Yong Kim menjadi calon presiden Bank Dunia di akhir penutupan pendaftaran.     Seperti dilaporkan BBC, Jumat (23/3), batas waktu pendaftaran hari ini sampai pukul 10.00 malam. Pencalonan akademisi keturunan Korea yang lahir di Amerika itu mengejutkan banyak pihak. Saat ini Yong Kim menjabat sebagai rektor di Universitas Darmouth. Dia adalah seorang dokter dan pernah menjadi Direktur Departemen HIV/AIDS di Lembaga Kesehatan Dunia (WHO). Dia merupakan calon pengganti dari Robert Zoellick (58) yang akan lengser tanggal 30 Juni. Sementara itu, tiga negara di Benua Afrika mencalonkan Menteri Keuangan Nigeria Ngozi Okonjo-Iweala.   Calon dari Amerika selalu mendominasi sejak Bank Dunia didirikan pada 1944. Tapi saat ini ada desakan agar pimpinan organisasi keuangan global itu dipilih dari negara berkembang. Beberapa negera berkembang, yakni Bhutan, Timor Leste, Haiti, Kenya, Guatemala, dan Cili mencalonkan ekonom Amerika Jeffrey Sachs. Tapi dia mengaku tidak mendapat dukungan dari Obama. Prof. Sachs mengatakan Bank Dunia seharusnya dipimpin oleh seorang ahli.   Sementara itu mantan menteri keuangan Kolombia Jose Antonio Ocampo kembali akan dicalonkan setelah menteri yang menjabat saat ini, Juan Carlos Echeverry, akan maju dalam pemilihan presiden Organisasi Buruh Internasional (ILO).   Francois Bourzuignon, Nicholas Stern, dan Joseph Stiglitz, ketiganya mantan ekonom Bank Dunia, mengatakan saat ini saatnya Amerika mengakhiri monopoli di organisasi keuangan dunia itu.   Menurut analis ekonomi BBC, Andrew Walker, dominasi Amerika di Bank Dunia sulit dipatahkan. Jika pemilihan pemimpin baru tidak tercapai dengan konsensus, maka akan dilakukan pengambilan suara (voting) yang dipengaruhi kontribusi keuangan tiap negara.    Amerika biasanya meraih 16 persen suara, sementara Uni Eropa mendapat 29 persen dan selalu mendukung calon dari negara adidaya itu. Secara matematis memang sangat sulit untuk menumbangkan calon dari Amerika, tetapi hal itu bisa dilakukan dengan usaha yang cukup besar.

Rekomendasi