PT Pertamina (Persero) mengaku belum pernah membeli minyak dari Iran ataupun menjadi pelanggan Iran dalam impor minyak mentah. Dengan demikian, pihaknya mengaku tidak khawatir dengan ancaman Departemen Luar Negeri Amerika yang bakal memberikan sanksi karena 12 negara yang membeli minyak dari Iran.
"Kita belum ada impor minyak dari Iran. Impor kita kebanyakan dari Arab Saudi, kemudian ada beberapa negara lain seperti Azerbaijan dan ada juga dari kawasan Asia. Jadi justru kita tidak impor dari Iran," ungkap VP Corporate Communication Mochamad Harun di Jakarta, Kamis (22/3).
Harun menjelaskan impor minyak Indonesia kebanyakan berasal dari market trading yang ada di dunia. Sedangkan minyak dari Iran tidak ada di market tersebut. "Even dari spot pun tidak ada minyak yang dari Iran," tegasnya.
seperti diketahui sebelumnya, Departemen Luar Negeri Amerika kemarin merilis daftar 12 negara yang bakal kena sanksi karena membeli minyak dari Iran. Namun, Washington tidak menyebut negara mana saja yang masuk dalam daftar itu.
Pemberlakuan sanksi keuangan ini sebagai tekanan agar Iran menghentikan program nuklir mereka. Washington bersama negara-negara Barat lainnya meyakini Teheran sedang mengembangkan senjata nuklir.
Tuduhan ini telah berkali-kali dibantah. Sepuluh negara anggota Uni Eropa dan Jepang telah memutus impor minyak dari Iran. Negara-negara ini, menurut Amerika, tidak akan terkena sanksi. Jaminan itu berlaku selama setengah tahun.