Polisi lepas 37 mahasiswa yang demo BBM

37 Mahasiswa itu sebelumnya ditangkap sebagai buntut kericuhan di depan gedung DPRD Sumut.

Yan Muhardiansyah
Oleh Yan Muhardiansyah - Reporter
Polisi lepas 37 mahasiswa yang demo BBM
ilustrasi/merdeka.com

Polisi akhirnya melepas 37 mahasiswa yang sempat ditangkap menyusul kericuhan aksi demonstrasi menentang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). 37 Mahasiswa itu sebelumnya ditangkap sebagai buntut kericuhan di depan gedung DPRD Sumut.

 

"Kita sudah lepas semua. Pasalnya, mereka tidak terbukti melakukan tindak kriminal," kata Kapolresta Medan Kombes Pol Monang Situmorang kepada wartawan di Medan, Kamis (22/3).

 

Mengenai adanya dugaan tindak penganiayaan kepada para pendemo, Monang menyatakan, hal itu akan terus diselidiki. Jika tuduhan terbukti, maka pelakunya akan diproses sesuai hukum yang berlaku.

 

Sejauh ini, kedua belah pihak yang terlibat kericuhan, baik mahasiswa maupun polisi tidak mau disalahkan sebagai pemicu kericuhan kemarin. Mahasiswa menyatakan bukan pendemo yang melemparkan helm sehingga memantik keributan. "Polisi juga menyatakan bukan polisi (yang melemparkan helm)," sebut Monang.

 

Seperti diberitakan, demonstrasi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Gedung DPRD Sumut berakhir ricuh. Kericuhan berawal saat mahasiswa mendorong pintu gerbang gedung DPRD Medan. Polisi tidak mampu menahan, gerbang besi itu tumbang.

 

Kericuhan memuncak saat ada pihak yang melemparkan helm ke arah polisi, kemudian diikuti dengan lemparan batu. Salah satu batu dan pukulan benda keras mengenai Komisaris Polisi Beni Saragih. Dia terkapar beberapa menit dengan kondisi kepala terluka.

 

Aksi itu dibalas dengan tembakan watercanon. Mahasiswa kocar-kacir, polisi pun melakukan penangkapan. Sedikitnya, 37 mahasiswa dan puluhan kendaraan ditahan polisi. Akhirnya, semua dibebaskan tadi malam.

Rekomendasi