Marty: KBRI Paris tetap beroperasi

Kepolisian Paris masih mempelajari rekaman kamera pengintai milik kedutaan.

Faisal Assegaf
Oleh Faisal Assegaf - Reporter
Marty: KBRI Paris tetap beroperasi
Garis polisi sudah dipasang di sekitar KBRI di Ibu Kota Paris, Prancis. (reuters)

Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa menegaskan Kedutaan Besar republik Indonesia di Ibu Kota Paris, Prancis, tetap beroperasi meski subuh waktu setempat diguncang ledakan. Marty menambahkan pihaknya meminta pemerintah Prancis mengusut tuntas kasus itu. "Kita juga menyerukan kepada seluruh warga Indonesia di sana untuk meningkatkan kewaspadaan," katanya saat menghubungi merdeka.com, Rabu (21/3). Ledakan bom itu terjadi sekitar pukul 05.10 waktu setempat. Namun, kata Marty, tidak ada korban tewas atau cedera dalam insiden itu. Dia menjelaskan ledakan itu mengakibatkan sejumlah kaca jendela kedutaan dan beberapa gedung di sekitar lokasi pecah. Dua mobil milik kedutaan Indonesia juga mengalami hal serupa. Dia menegaskan hingga saat ini Kepolisian Paris belum mengetahui pelaku dan motif dari serangan bom itu. Dia belum bisa memastikan apakah teror itu memang ditujukan terhadap KBRI. "Pihak KBRI dan kepolisian Paris masih mempelajari CCTV (kamera pengintai) apakah pelaku terlihat di rekaman," ujarnya. Sejumlah laporan menyebutkan seorang staf kedutaan sempat menemukan bom berbentuk tabung itu di trotoar depan pagar KBRI. Dia lantas memindahkan paket mencurigakan itu sejauh sepuluh meter. Dalam hitungan menit, bom itu meledak. Serangan bom serupa melanda KBRI Paris Oktober 2004. Kejadian itu melukai sembilan orang.

Rekomendasi