Wakil Ketua DPR, Priyo Budi Santoso mengaku kaget dengan adanya teror bom di dekat KBRI di Paris, Prancis. Menurutnya Prancis adalah negara yang demokratis dan jauh dari teror bom."Begini, Prancis negara demokratis yang dikenal aman, maka saya terperanjat dengan teror bom, dalam radius dekat KBRI," ujar Priyo Budi Santoso di gedung DPR, Jakarta, Rabu (21/3).Prancis dikenal negara demokrasi, yang tidak seperti negara-negara di kawasan timur tengah. "Saya minta Menlu Marty untuk menelpon Menlu Prancis untuk menjelaskan ini semua, karena mengejutkan kita semua apalagi di Kedubes RI yang di Prancis," tambahnya.Di negara Eropa, terutama Paris identik dengan citra demokrasi hebat. Jika ada teror baru semacam ini sangat mengejutkan sekali, apalagi ini di kedutaan Indonesia."Mungkin agak aneh, apa ada motif politik di balik ini, jadi kita minta Menlu Prancis untuk menjelaskan masalah ini biar clear," kata Ketua DPP Golkar ini.Ia pun memastikan keberadaan kedubes Prancis di Indonesia aman. Begitu juga dengan kedubes-kedubes lainnya.Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa belum bisa memastikan apakah teroris sengaja menjadikan KBRI Paris sebagai target atau bukan. Sebabnya serangan bom tidak hanya merusak KBRI, tetapi juga beberapa gedung di sekitarnya."Akibat ledakan ini tidak hanya KBRI Paris yang mengalami kerusakan melainkan sejumlah gedung di sekitarnya. Oleh karena ini belum bisa ditargetkan pada KBRI paris atau bukan," ujar Marty di Istana Negara.Bom ini terjadi pukul 05.10 waktu setempat. Serangan ini tidak menimbulkan korban jiwa. Hanya sejumlah kaca KBRI Paris pecah berantakan. Pihak KBRI menyerahkan investigasi penyelidikan soal bom ini pada kepolisian Paris."Kita belum bisa simpulkan apakah diarahkan atau ditargetkan pada KBRI Paris," ujar Marty.
Priyo minta Menlu Prancis jelaskan bom di KBRI
"Apa ada motif politik di balik ini, jadi kita minta Menlu Prancis untuk menjelaskan masalah ini biar clear," ujar Priyo
Advertisement
Rekomendasi