Enam orang mahasiswa dari Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Jawa Barat melakukan aksi penurunan foto Presiden SBY yang terpajang di Gedung Nusantara III DPR. Wakil Ketua DPR Pramono Anung yang sebelumnya sempat menerima para mahasiswa tersebut meminta menghormati presiden sebagai kepala negara."Kepada mahasiswa kita harus memberikan penghormatan kepada presiden," kata Pramono di Gedung DPR Jakarta, Kamis (15/3).Pramono meminta mahasiswa sebagai penerus bangsa menghormati siapa pun sosok yang memimpin Indonesia. "Siapa pun presidennya itu," tegas politisi PDIP ini.Pram menjelaskan, mahasiswa boleh menyampaikan aspirasi dan kritiknya pada pemerintah. Tapi harus dengan cara-cara yang elegan."Meskipun saya yang menerima mahasiswa itu, tapi saya sangat tidak setuju dengan cara-cara yang dilakukan seperti itu," tandasnya.Sebelumnya, perwakilan Aliansi BEM universitas se-Jabar bertemu dengan Wakil Ketua DPR Pramono Anung di ruang pimpinan DPR. Mereka mengajukan tuntutan penolakan terhadap rencana kenaikan BBM, tarif dasar listrik, dan harga-harga sembako.Para mahasiswa juga mendesak agar koruptor ditangkap dan disita hartanya, usir nekolim, dan turunkan SBY. Tetapi kesepakatan itu ditolak oleh Pramono. Karena kecewa enam mahasiswa kemudian menurunkan foto SBY yang berakibat pecah kaca bingkai foto tersebut.Enam mahasiswa perusak foto Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dikenakan pasal perusakan di muka umum. Keenam mahasiswa itu pun terancam hukuman 5 tahun penjara."Mereka disangkakan dengan pasal 170 ayat 1 KUHP tentang perusakan di muka umum secara bersama-sama dengan ancaman 5 tahun 6 bulan," ujar pengacara keenam mahasiswa, Unoto.
Pramono: Mahasiswa harus hormati presiden
"Siapa pun presidennya itu, kita harus memberikan penghormatan kepada presiden," kata Pramono Anung.
Advertisement
Rekomendasi