Raut Wajah 2 Guru Asal Luwu Utara Usai Namanya Direhabilitasi Prabowo: Terima Kasih, Pak Presiden

5 tahun mencari keadilan, Abdul Muis dan Rasnal akhirnya diberikan rehabilitasi namanya oleh Presiden Prabowo.

Lizsa Egeham
Oleh Lizsa Egeham - Reporter
Raut Wajah 2 Guru Asal Luwu Utara Usai Namanya Direhabilitasi Prabowo: Terima Kasih, Pak Presiden
Raut Wajah 2 Guru Asal Luwu Utara Usai Namanya Direhabilitasi Prabowo: Terima Kasih, Pak Presiden (Merdeka.com)

Raut wajah lega terpancar dari wajah dua guru asal Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Abdul Muis dan Rasnal usai menerima langsung surat rehabilitasi yang diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Betapa tidak, Abdul Muis dan Rasnal sudah lima tahun mencari keadilan usai dipecat dan divonis divonis penjara 1 tahun oleh Mahkamah Agung karena membantu membayar gaji 10 guru honorer.

Usai perjalanan panjang mencari keadilan, keduanya kini dapat bernapas lega. Presiden Prabowo menggunakan kewenangannya memulihkan nama baik Abdul Muis dan Rasnal melalui pemberikan rehabilitasi.

"Dengan diberikannya rehabilitasi, dipulihkan nama baik, harkat martabat, serta hak-hak kedua guru ini. Semoga berkah, demikian," kata Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad saat memberikan surat rehabilitasi yang ditandatangani Prabowo di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta Timur, Kamis (13/11/2025).

Ucapkan Terima Kasih ke Presiden

Abdul Muis dan Rasnal pun menyampaikan ungkapan terima kasih dan rasa syukur atas perhatian Prabowo terhadap nasib guru di daerah. Abdul Muis menyampaikan dirinya menghadapi diskriminasi dari aparat penegak hukum dan birokrasi selama lima tahun terakhir.

“Saya pribadi dan keluarga besar saya sampaikan setulus-tulusnya terima kasih kepada Bapak Presiden yang telah memberikan rasa keadilan kepada kami, yang di mana selama lima tahun ini kami merasakan diskriminasi, baik dari aparat penegak hukum maupun dari birokrasi atasan kami yang seakan-akan tidak pernah peduli dengan kasus kami yang kami hadapi," ujar Abdul Muis dengan mata berkaca-kaca.

Sementara itu, Rasnal, mantan Kepala SMA Negeri 1 Luwu Utara yang kini mengajar Bahasa Inggris di SMA Negeri 3 Luwu Utara, mengaku perjalanan yang ia dan rekannya tempuh untuk mencari keadilan bukanlah hal mudah. Dia menggambarkan perjuangan mereka sebagai perjalanan yang sangat melelahkan.

"Ini adalah sebuah perjalanan yang sangat melelahkan. Kami telah berjuang dari bawah, dari dasar sampai ke provinsi. Sayangnya kami tidak bisa mendapatkan keadilan," tutur Rasnal.

Dia juga mengungkapkan rasa syukur yang mendalam usai bertemu langsung dengan Presiden Prabowo dan menerima keputusan rehabilitasi. Rasnal menyebut langkah tersebut sebagai anugerah besar yang memulihkan nama baiknya serta menjadi bukti nyata kepedulian Prabowo terhadap keadilan bagi para guru.

"Setelah kami bertemu dengan Bapak Presiden, alhamdulillah Bapak Presiden telah memberikan kami rehabilitasi. Saya tidak bisa mengatakan sesuatu kepada Bapak Presiden, terima kasih Bapak Presiden," ucapnya.

"Saya bersyukur kepada Allah Swt. dengan jalan ini kami telah memperoleh keadilan sekarang dan direhabilitasi kami punya nama baik," sambung Rasnal.

Semoga Peristiwa Serupa Tak Terjadi

Rasnal pun menyampaikan harapannya agar peristiwa serupa tidak lagi terjadi pada para pendidik di Tanah Air. Menurut dia, para guru saat ini dihantui hukuman tak pantas apabila sedikit berbuat salah.

"Semoga ke depan tidak ada lagi kriminalisasi terhadap guru-guru yang sedang berjuang di lapangan. Sekarang ini teman-teman guru selalu dihantui bahwa kalau sedikit berbuat salah, selalu ada hukuman-hukuman yang tidak pantas," tutur Rasnal.

Sebagai informasi, dua guru di Luwu Utara tersebut kena pecat dan divonis penjara 1 tahun oleh Mahkamah Agung. Vonis tersebut merupakan buntut dari pungutan iuran untuk membantu membayar gaji 10 guru honorer yang sebenarnya sudah berdasarkan persetujuan komite sekolah.

Rekomendasi